Monday, August 17, 2009

Alergi dan Intoleransi Makanan

Alergi & Intoleransi Makanan

DEFINISI
Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu.

Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan, tetapi merupakan setiap efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan mempertahankan tubuh melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri, virus dan racun.
Kadang suatu respon kekebalan dipicu oleh suatu zat (alergen) yang biasanya tidak berbahaya dan terjadi alergi.

Penyebab dari alergi makanan tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makanan bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi.
Reaksi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau fatal, tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi.

Alergi makanan sering terjadi. Sistem kekebalan melepaskan antibodi dan zat-zat (termasuk histamin) sebagai respon terhadap masuknya makanan tertentu.
Gejalanya bisa terlokalisir di lambung dan usus atau bisa menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap,
Gejala biasanya akan timbul dengan segera, jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tertentu.

Alergi makanan seringkali menyerupai keadaan lainnya, seperti intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu), irritable bowel syndrome, respon terhadap stres emosi atau stres fisik, pencemaran makanan oleh racun (keracunan makanan) dan penyakit lainnya.
Alergi makanan berbeda dengan penyakit-penyakit tersebut karena pada alergi makanan dilepaskan antibodi, histamin dan zat-zat lainnya.

Makanan yang seringkali menyebabkan alergi:
- kerang-kerangan (kepitin, lobster, udang)
- kacang-kacangan
- kacang tanah
- buah-buahan (melon, strawberi, nanas dan buah tropis lainnya)
- tomat
- pewarna, penyedap makanan.

Makanan yang sering menyebabkan intoleransi:
- terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
- protein susu sapi
- hasil olahan jagung.

GEJALA
Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi:
- tenggorokan terasa gatal
- anafilaksis
- nyeri perut
- perut keroncongan
- diare
- mual
- muntah
- kram perut
- perut kermbung
- rasa gatal di mulut, tenggorokan, mata, kulit atau bagian tubuh lainnya
- kaligata (urtikaria
- angioedema (kaligata di kelopak mata, bibir)
- sakit kepala
- hidung tersumbat
- hidung meler
- sesak nafas
- bengek (mengi)
- kesulitan menelan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan timbulnya gejala-gejala setelah penderita memakan makanan tertentu.
Pada pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop bisa terdengar bunyi pernafasan mengi.

Peningkatan antibodi atau immunoglobulin (terutaman IgE) semakin memperkuat diagnosis alergi.

Untuk menentukan penyebab terjadinya alergi, bisa dilakukan pemeriksaan berikut:
  • Penyisihan makanan (makanan yang dicurigai disingkirkan sampai gejalanya menghilang, setelah itu makanan tersebut kembali diberikan kepada penderita untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi)
  • Diet provokasi makanan
  • Tes kulit untuk alergi.

  • PENGOBATAN
    Pengobatannya bervariasi, tergantung kepada jenis dan beratnya gejala.
    Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan menghindari reaksi alergi di masa yang akan datang.

    Gejala yang ringan atau terlokalisir mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.
    Antihistamin bisa meringankan berbagai gejala.

    Untuk gejala yang berat, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dan epinefrin (adrenalin).

    PENCEGAHAN
    Cara terbaik untuk mencegah terjadinya reaksi alergi di masa yang akan datang adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi.

    Reaksi Alergi

    REAKSI ALERGI

    DEFINISI
    Reaksi Alergi (Reaksi Hipersensitivitas) adalah reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera/terluka.

    Mekanisme dimana sistem kekebalan melindungi tubuh dan mekanisme dimana reaksi hipersensitivitas bisa melukai tubuh adalah sama. Karena itu reaksi alergi juga melibatkan antibodi, limfosit dan sel-sel lainnya yang merupakan komponen pelindung yang normal pada sistem kekebalan,

    Macam-macam reaksi alergi:
  • Rinitis Alergika Musiman
  • Rinitis Alergika Pereneal
  • Konjungtivitis Alergika
  • Alergi & Intoleransi Makanan
  • Anafilaksis
  • Kaligata (Urtikaria)
  • Angioedema Herediter
  • Mastositosis
  • Alergi Fisik
  • Reaksi Alergi Akibat Olah Raga.

  • PENYEBAB
    Istilah reaksi alergi digunakan untuk menunjukkan adanya reaksi yang melibatkan antibodi IgE (immunoglobulin E). Ig E terikat pada sel khusus, termasuk basofil di dalam sirkulasi darah dan sel mast di dalam jaringan.
    Jika antibodi IgE yang terikat dengan sel-sel tersebut berhadapan dengan antigen (dalam hal ini disebut alergen), maka sel-sel tersebut didorong untuk melepaskan zat kimia yang melukai jaringan di sekitarnya.
    Alergen bisa berupa partikel debu, serbuk tanaman, obat atau makanan, yang bertindak sebagai antigen yang merangsang terajdinya respon kekebalan.

    Kadang istilah penyakit atopik digunakan untuk menggambarkan sekumpulan penyakit keturunan yang berhubungan dengan IgE, seperti rinitis alergika dan asma alergika.
    Penyakit atopik ditandai dengan kecenderungan untuk menghasilkan antibodi IgE terhadap inhalan (benda yang terhirup, seperti serbuk bunga, bulu binatang, partikel debu) yang tidak berbahaya.
    Eksim (dermatitis atopik) juga merupakan suatu penyakit atopik meskipun peran IgE dalam penyakit ini tidak begitu jelas.
    Meskipun demikian, seseorang yang menderita penyakit atopik tidak memiliki resiko membentuk antibodi IgE terhadap alergen yang disuntikkan (misalnya obat atau racun serangga).

    GEJALA
    Reaksi alergi bisa bersifat ringan atau berat. Kebanyakan reaksi terdiri dari mata berair, mata terasa gatal dan kadang bersin.
    Pada reaksi yang esktrim bisa terjadi gangguan pernafasan, kelainan fungsi jantung dan tekanan darah yang sangat rendah, yang menyebabkan syok. Reaksi jenis ini disebut anafilaksis, yang bisa terjadi pada orang-orang yang sangat sensitif, misalnya segera setelah makan makanan atau obat tertentu atau setelah disengat lebah.

    DIAGNOSA
    Setiap reaksi alergi dipicu oleh suatu alergen tertentu, karena itu tujuan utama dari diagnosis adalah mengenali alergen. Alergen bisa berupa tumbuhan musim tertentu (misalnya serbuk rumput atau rumput liar) atau bahan tertentu (misalnya bulu kucing, obat atau makanan).
    Jika bersentuhan dengan kulit atau masuk ke dalam mata, terhirup, termakan atau disuntikkan, alergen bisa menyebabkan reaksi alergi

    Pemeriksaan bisa membantu menentukan apakah gejalanya berhubungan dengan alergi dan menentukan alergen penyebabnya.
    Pemeriksaan darah bisa menunjukkan banyak eosinofil (sejenis sel darah putih yang seringkali meningkat selama terjadinya reaksi alergi).
    Tes RAS (radioallergosorbent) dilakukan untuk mengukur kadar antibodi IgE dalam darah yang spesifik untuk alergen individual. Hal ini bisa membantu mendiagnosis reaksi alerki kulit, rinitis alergika musiman atau asma alergika.

    Tes kulit sangat bermanfaat untuk menentukan alergen penyebab terjadinya reaksi alergi. Larutan encer yang terbuat dari saripati pohon, rumput, rumput liar, serbuk tanaman, debu, bulu binatang, racun serangga, makanan dan beberapa jenis obat secara terpisah disuntikkan pada kulit dalam jumlah yang sangat kecil.
    Jika terdapat alergi terhadap satu atau beberapa bahan tersebut, maka pada tempat penyuntikkan akan terbentuk bentol (pembengkakan seperti kaligata yang sekelilingnya merah) dalam waktu 15-20 menit.

    Jika tes kulit tidak dapat dilakukan atau keamanannya diragukan, maka bisa digunakan tes RAS. Kedua tes ini sangat spesifik dan akurat, tetapi tes kulit biasanya sedikit lebih akurat dan lebih murah serta hasilnya bisa diperoleh dengan segera.

    PENGOBATAN
    Menghindari alergen adalah lebih baik daripada mencoba untuk mengobati suatu reaksi alergi.
    Dengan menghindari alergen, maka penderita tidak perlu:
    - mengkonsumsi obat tertentu
    - memasang alat penyaring pada AC
    - melarang hewan peliharaan berkeliaran di dalam rumah
    - berhenti mengkonsumsi makanan tertentu.
    Kadang penderita yang alergi terhadap bahan yang berhubungan dengan jenis pekerjaan tertentu, mungkin harus berganti pekerjaan. Penderita alergi musiman yang berat mungkin perlu mempertimbangkan untuk pindah ke suatu daerah yang tidak memiliki alergen tersebut.

    Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari kontak dengan alergen:
  • Jika alergi terhadap debu rumah, sebaiknya jangan menggunakan mebel, karpet dan tirai yang sifatnya menampung debu
  • Membungkus kasur dan bantal dengan pelindung plastik
  • Menghisap debu sesering mungkin
  • Menggunakan AC untuk mengurangi kelembaban ruangan yang tinggi
  • Memasang penyaring udara yang sangat efisien.

    Beberapa alergi yang terbawa oleh udara tidak dapat dihindari, karena itu seringkali digunakan metode untuk menghalangi respon alergi dan penggunaan obat untuk meringankan gejala.

    Imunoterapi alergen

    Jika tidak dapat menghindari alergen, pilihan pengobatannya adalah imunoterapi alergen (suntikan alergi).
    Dengan imunoterapi, sejumlah kecil alergen disuntikkan di bawah kulit dan dosisnya dinaikkan secara bertahap sampai tercapai dosis pemeliharaan. Pengobatan ini merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi penghalang atau antibodi penetralisir yang bertindak sebagai pencegah terjadinya reaksi alergi. Pada akhirnya kadar antibodi IgE dalam darah (sebagai antigen) juga turun.
    Imunoterapi harus dilakukan secara hati-hati karena pemberian alergen dosis tinggi yang terlalu cepat bisa menyebabkan terjadinya reaksi alergi.

    Imunoterapi paling sering digunakan untuk penderita alergi terhadap serbuk tanaman, partikel debu rumah, racun serangga dan bulu binatang.
    Imunoterapi tidak dianjurkan untuk dilaksanakan pada penderita alergi makanan karena resiko terjadinya anafilaksis.

    Pada awalnya, pengobatan biasanya diberikan 1 kali/minggu, selanjutnya dosis pemeliharaan diberikan setiap 4-6 minggu.
    Prosedur ini sangat efektif jika dosis pemeliharaan diberikan sepanjang tahun.

    Setelah penyuntikan imunoterapi bisa terjadi reaksi yang merugikan seperti:
    - bersin-bersin
    - batuk
    - kemerahan (flushing)
    - kesemutan
    - gatal-gatal
    - rasa sesak di dada
    - bunyi nafas mengi
    - kaligata.
    Jika timbul gejala yang ringan, bisa diberikan antihistamin (misalnya difenhidramin atau klorfeniramin). Jika gejalanya lebih berat bisa diberikan suntikan epinefrin (adrenalin).

    Antihistamin

    Antihistamin adalah obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengatasi alergi (tidak digunakan untuk mengatasi asma).
    Terdapat 2 macam reseptor histamin di dalam tubuh, yaitu histamin1 (H1) dan histamin2 (H2).

    Istilah antihistamin biasanya dipakai untuk obat-obat yang menghalangi reseptor H1 (perangsangan oleh histamin terhadap reseptor ini menyebabkan cedera pada jaringan target). Bloker H1 sebaiknya tidak dikacaukan dengan obat-obat yang menghalangi reseptor H2 (bloker H2) yang digunakan untuk mengobati ulkus peptikum dan heartburn.

    Efek dari reaksi alergi yang ringan tetapi cukup mengganggu penderitanya (seperti mata terasa gatal, hidung meler dan kulit terasa gatal) disebabkan oleh pelepasan histamin.
    Efek histamin lainnya yang lebih berbahaya adalah sesak nafas, tekanan darah rendah dan pembengkakan di tenggorokan yang dapat menghalangi jalannya udara.

    Semua antihistamin memiliki efek yang diinginkan yang sama, tetapi memiliki efek yang tidak diinginkan yang berbeda.
    Beberapa antihistamin memiliki efek sedatif (penenang) yang lebih kuat daripada yang lainnya.
    Kadang efek yang tidak diinginkan juga mendatangkan keuntungan. Beberapa antihistamin memiliki efek kolinergik yang menyebabkan kekeringan pada selaput lendir. Efek ini bisa dimanfaatkan kuntuk meringankan hidung meler akibat cuaca dingin.

    Beberapa antihistamin dijual bebas tanpa resep dokter dan ada yang dikombinasikan dengan dekongestan (obat untuk mengkerutkan pembuluh darah dan membantu melegakan hidung tersumbat).

    Kebanyakan antihistamin menyebabkan ngantuk. Efek sedatif yang kuat dari antihistamin menyebabkan obat ini banyak ditemukan sebagai bahan aktif dalam berbagai obat tidur yang dijual bebas.
    Antihistamin juga sebagian besar memiliki efek antikolinergik yang kuat, yang bisa menyebabkan linglung, pusing, mulut kering, sembelit, sulit berkemih dan penglihatan kabur. Tetapi kebanyakan orang yang menggunakan antihistamin tidak mengalami efek tersebut.
    Rasa ngantuk dan efek samping lainnya juga dapat diminimalisasi dengan cara mengawali pemakaian antihistamin dalam dosis rendah dan secara bertahap menambah dosisnya sampai dicapai dosis yang efektif mengendalikan gejala.
    Saat ini juga tersedia antihistamin non-sedatif (tidak menimbulkan rasa kantuk), seperti astemizol, setirizin, loratadin dan feksofenadin.
  • Apakah Asma Anda Sudah Terkontrol ?!?!

    Apakah Asma Anda Sudah Terkontrol
    24-03-2009 | kuwat mulyono - medicastore.com


    Prof. Dr. Hadiarto mangunnegoroAsma adalah penyakit saluran nafas kronik, yang sangat mengganggu bila terjadinya serangan terlalu sering. Kadang tiap bulan, setiap minggu, tiap hari, bahkan tiap saat, sehingga menggangu aktivitas. Aktivitas yang terganggu bisa berupa anak tidak hadir disekolah atau orang dewasa tidak bisa masuk ke tempat kerja. Hal ini diungkapkan oleh Prof. dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.P, FCCP(K) yang bertindak sebagai narasumber seminar mengenai asma dengan tema "You Can Control Your Asthma” di Rumah Sakit ASRI, Jakarta.

    Kenali Asma Anda
    Proses Yang Terjadi
    Secara sederhana, asma didefinisikan sebagai terjadinya penyempitan saluran nafas akibat suatu proses peradangan (inflamasi). Pada asma, terjadi 3 (tiga) jenis proses yang bersamaan, yaitu :

    1. Peradangan (inflamasi) pada saluran nafas
    2. Penyempitan saluran nafas (bronkokonstriksi)
    3. Pengeluaran cairan mukus/lendir pekat secara berlebihan

    Gejala
    Akibat dari tiga proses pada asma, maka pasien asma dapat mengalami kesukaran bernafas atau sesak yang disertai batuk dan mengi. Bentuk serangan akut asma mulai dari batuk yang terus-menerus, kesulitan menarik nafas atau mengeluarkan nafas sehingga perasaan dada seperti tertekan, serta nafas yang berbunyi. Umumnya serangan asma terjadi pada malam menjelang pagi hari. Bentuk serangan bisa terjadi secara berbeda-beda dari waktu ke waktu.

    Faktor resiko
    Secara singkat, dapat digambarkan bahwa rumusan asma adalah:

    Asma = faktor genetik + faktor pencetus

    Fantor genetik merupakan bakat pada seseorang yang ditandai terdapatnya gen tertentu pada seseorang pengidap asma. Gen didapat karena diturunkan. Untuk menjadi “sakit” asma, faktor keturunan saja tidak cukup, harus ada faktor pencetus.

    Faktor pencetus dapat digolongkan menjadi faktor pencetus dari luar tubuh dan dalam tubuh. Yang termasuk faktor pencetus dari dalam tubuh yaitu infeksi saluran nafas, kecemasan, stres psikis, aktivitas, olahraga, maupun emosi berlebihan. Faktor pencetus dari luar tubuh yaitu debu (debu rumah), serbuk bunga, bulu binatang, zat makanan, minuman, obat tertentu, zat warna, bau-bauan, bahan kimi, polusi udara, serta perubahan cuaca atau suhu.

    Gejala asma biasanya muncul setelah penderitanya yang memang memiliki faktor genetik, mengalami kontak dengan faktor pencetus. Secara teoritis, melihat rumus diatas, apabila faktor pencetus dihindari, maka asma (bisa) “sembuh”.

    Pemeriksaan
    Sebenarnya, asma cukup mudah dikenali dari wawancara dan pemeriksaan fisik. Namun untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, ataupun menilai derajat keparahan yang terjadi, dan kemungkinan alergen yang berpotensi sebagai faktor pencetus, maka diperlukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tersebut diantaranya adalah foto rontgen dada, uji spirometri, dan tes alergi.

    Pengobatan
    Obat asma terdiri dari atas obat pelega dan obat pengontrol.
    Obat pelega (reliever) digunakan saat asma sedang kambuh untuk meredakan serangan asma. Obat yang termasuk di dalamnya bertujuan melebarkan jalan napas. Kerja obat pelega cepat, namun efeknya cepat menurun sehingga obat jenis ini hanya digunakan bila perlu, yaitu bila ada tanda atau gejala serangan asma.

    Obat pengontrol (controller) digunakan sehari-hari untuk mengatasi peradangan (inflamasi) yang terjadi, agar menjaga paru dan saluran napas penderita asma tidak semakin rusak. Obat ini tidak diperuntukan bagi serangan asma.

    Obat asma dapat diberikan dengan penyuntikan, infus maupun diminum. Selain itu, ada pula obat asma yang penggunaannya dihisap atau disemprotkan. Obat yang berupa injeksi dan infus biasanya diberikan di rumah sakit. Untuk penggunaan sehari-hari di rumah, penggunaan obat semprot dan hisap (inhaler) lebih dianjurkan karena dengan cara dihisap, obat langsung bekerja cepat dan tepat ke saluran napas. Dosis yang diberikanpun kecil, yaitu 1/20 dosis minum, sehingga efek samping minimal, sehingga aman dipakai jangka panjang.

    Tujuan pengobatan asma adalah mencapai asma yang terkontrol, di mana tidak ada lagi keterbatasan aktivitas yang diakibatkan asma. Penyandang asma seharusnya dapat hidup aktif dan normal bila asma terkontrol dengan baik.

    Apakah Asma Anda Sudah Terkontrol..?
    Status kontrol asma seseorang dapat diketahui dengan menggunakan Asthma Control Test (ACT). ACT adalah sebuah tes sederhana berbentuk kuisioner yang dapat membantu penyandang asma mengevaluasi asma telah terkontrol dengan baik.


    Astha Control Test


    sumber : http://medicastore.com/berita/145/Apakah_Asma_Anda_Sudah_Terkontrol.html

    Asma

    Asma

    DEFINISI

    Penyakit asma (Bronchial asthma; Exercise-induced asthma)adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

    PENYEBAB

    Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini menjadi penyabab asma dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

    Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

    Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:
    - kontraksi otot polos
    - peningkatan pembentukan lendir
    - perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
    Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

    Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.
    Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

    Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.



    GEJALA

    Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala asma dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

    Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.
    Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

    Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.

    Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

    Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat.
    Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.
    Meskipin telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

    Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.




    DIAGNOSA

    Diagnosa asma ditegakkan berdasarkan gejala asma yang khas.

    Untuk memperkuat diagnosa asma bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan.

    Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma.
    Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.


    PENGOBATAN

    Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal.
    Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

    Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat asma terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga.
    Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.

    Bronkodilator yang yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot.
    Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

    Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam.
    Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

    Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif.
    Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menj


    PENCEGAHAN

    Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari.
    Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga.

    Appendisitis (radang usus buntu)

    Apendisitis (radang usus buntu)

    DEFINISI
    Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks).

    Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus.
    Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.

    Apendiks

    Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun.

    PENYEBAB
    Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.
    Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.

    Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :
    - masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal
    - terbentuknya abses
    - pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan
    - masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.

    GEJALA
    Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
    Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.

    Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.

    Demam bisa mencapai 37,8-38,8? Celsius.

    Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.
    Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

    Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat.
    Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

    DIAGNOSA
    Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.

    Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.

    Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya.

    PENGOBATAN
    Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

    Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.

    Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis.
    Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.

    Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.

    Sunday, August 16, 2009

    sumayyah binti khayyat ; isteri Yasir

    Sumayyah binti Khayyat Radhiallaahu ‘anha

    Filed under: Muslimah

    Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah sehingga tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah.

    Begitulah Yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Huzaifah. Dia akhirnya dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini. Beliau hidup bersamanya dalam suasana yang tenteram. Tidak berselang lama dari pernikahan tersebut, merekapun dikaruniai dua orang anak, yaitu ‘Ammar dan Ubaidullah

    Tatkala ‘Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Maka berfikirlah ‘Ammar bin Yasir sebagaimana yang difikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau di dalam berfikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk Dienul Islam.

    ‘Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya.

    Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya sehingga Sumayyah menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.

    Dari sinilah dimulai sejarah yang agung bagi Sumayyah yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk pertama kalinya.

    Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena ‘Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam bahkan mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir menyikapinya dengan menentang dan memusuhi mereka.

    Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari dien mereka. Mereka memaksa dengan cara menyeret mereka ke padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan diatas dadanya sebongkah batu yang berat, akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan Ahad….Ahad…., beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang diucapkan juga oleh Yasir, ‘Ammar dan Bilal.

    Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah tersiksa secara kejam, maka beliau menengadahkan tangannya ke langit dan berseru :
    "Bersabarlah keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga"

    Sumayyah mendengar seruan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertambah tegar dan optimis dengan kewibawaan imannya. Dia mengulang-ulang dengan berani: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar".

    Sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang sepele dalam rangka memperjuangkan aqidahnya. Di hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para Thaghut yang zhalim, yang mana mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya sekalipun hanya satu langkah semut.

    Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya. Sumayyah pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

    Tatkala para Thaghut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah maka musuh Allah, Abu jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkannya sangkur yang berada dalam genggamannya ke tubuhnya. Maka terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan bersih. Dan beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh yang baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, yang mana beliau telah mengerahkan segala apa yang beliau miliki, dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal dalam rangka meraih keridhaan Rabb-nya. "Dan mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan".

    (Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN)

    Zainab binti Jahsyi Ummul Mukminin

    Zainab Binti Jahsyi Ummul Mukminin
    Profil Muslimah - Sunday, 27 February 2005


    Kafemuslimah.com Ummul Mukminin Zainab adalah pribadi yang luar biasa. Dengan menelaah perjalanan hidup ibunda mukminin ini diharapkan kita dapat mengambil contoh daripadanya.

    1. Perkawinan Zainab dengan Rasulullah saw. Berdasarkan Perintah Allah SWT

    Allah SWT berfirman:
    "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) memberi nikmat kepadanya: 'Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,' sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istri-istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.'" (al-Ahzab: 37)

    2. Sangat Rajin Mengerjakan Shalat Istikharah

    Anas r.a. berkata bahwa ketika masa 'iddah Zainab sudah berakhir, Rasulullah saw. bersabda kepada Zaid: "Lamarkanlah aku kepadanya." Zaid segera berangkat menemui Zainab yang waktu itu sedang membuat adonan roti. Selanjutnya Zaid menuturkan: "Begitu aku melihatnya, dadaku bergetar keras, sampai-sampai aku tidak kuasa untuk memandangnya, apalagi untuk menyampaikan lamaran Rasulullah saw. Dengan perasaan tidak karuan dan sambil membelakang, aku paksakan berbicara: 'Wahai Zainab, Rasulullah saw. mengutusku untuk melamarmu.'" Zainab berkata: "Aku tidak bisa berbuat sesuatu sebelum aku shalat istikharah kepada Tuhanku." Lalu Zainab berdiri menuju masjidnya. Ayat Al-Qur'an turun, berbunyi: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya." Sesaat kemudian datanglah Rasulullah saw., lalu langsung menemuinya tanpa izin ... (HR Muslim)336

    3. Keistimewaan Walimah Perkawinan Zainab

    Anas r.a. berkata:"Nabi saw. tidak pernah melakukan sesuatu dalam walimah perkawinan dengan istri-istri beliau seperti yang beliau lakukan dalam walimah perkawinan beliau dengan Zainab. Beliau meramaikan walimahnya dengan memotong seekor kambing." (HR Bukhari dan Muslim)337

    Anas r.a. berkata: "Pada acara perkawinan Nabi saw. dengan Zainab dihidangkan roti dan daging. Aku disuruh mengundang orang-orang makan ke rumah Nabi saw. Maka datanglah satu rombongan. Mereka lalu makan, kemudian keluar. Berikutnya datang lagi rombongan lain. Mereka makan, kemudian keluar. Aku terus mengundang orang makan sehingga tidak ada lagi seorang pun yang tidak aku undang ..." (HR Bukhari dan Muslim)338

    Anas bin Malik r.a. berkata: "Nabi saw. menjadi pengantin bagi Zainab, lalu Ummu Sulaim berkata kepadaku: 'Bagaimana kalau kami memberikan suatu hadiah untuk Rasulullah saw.?' Aku jawab: 'Lakukanlah!' Lalu Ummu Sulaim mengambil kurma, minyak samin, dan keju (haisah), kemudian diaduknya dan ditaruh ke periuk. Ummu Sulaim menyuruhku mengantarkan bubur (haisah) itu kepada Nabi saw. Lalu aku berangkat membawanya kepada Nabi saw. Beliau berkata kepadaku: "Letakkanlah haisah itu dahulu!" Kemudian beliau menyuruhku dengan kata-kata: "Panggilah beberapa orang laki-laki ke sini (beliau menyebutkan nama-nama mereka) dan panggillah (undanglah) ke sini siapa saja yang kamu temui!"

    Anas berkata:"Aku segera melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi saw. kepadaku. Setelah itu aku kembali dan ternyata di rumah sudah penuh sesak oleh para undangan. Aku melihat Nabi saw. meletakkan kedua belah tangan beliau ke atas haisah tersebut sambil membacakan sesuatu (berdoa). Kemudian beliau memanggil para undangan sepuluh orang sepuluh orang untuk makan dan beliau berkata kepada mereka: 'Bacalah bismillah dan setiap orang hendaklah memakan apa yang didekatnya!'" (HR Bukhari dan Muslim)339

    Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Haisah itu dihidangkan bertepatan waktunya dengan dihidangkannya roti dan daging tadi, sehingga semua undangan bisa menikmati semua jenis hidangan tersebut."340

    4. Ayat Hijab Turun pada Pagi Hari Walimah Perkawinan Zainab

    Anas r.a. berkata: "Rasulullah saw. mengadakan walimah perkawinan ketika beliau membina rumah tangga dengan Zainab binti Jahsy. Beliau menghidangkan roti dan daging kepada para tamunya. Kemudian beliau pergi ke kamar-kamar seluruh ummul mukminin sebagaimana yang sudah biasa beliau lakukan pada pagi hari beliau membina rumah tangga dengan Zainab. Sesampainya di kamar-kamar mereka, beliau mengucapkan salam dan mendoakan mereka. Sebaliknya mereka pun mengucapkan salam dan mendoakan Nabi saw. Ketika beliau kembali ke rumahnya, beliau melihat masih ada dua orang laki-laki yang masih terus berbicara. Ketika melihat kedua laki-laki itu, Nabi saw. berputar arah meninggalkan rumahnya. Ketika kedua laki-laki itu melihat Nabi saw. berbalik arah meninggalkan rumahnya, mereka segera melompat pergi. Saya tidak ingat lagi apakah saya yang memberitahu beliau bahwa mereka sudah keluar atau ada orang lain yang memberitahu beliau. Akhirnya beliau kembali dan masuk ke rumahnya. Setelah itu beliau membentangkan tirai antara aku dan beliau, dan turunlah ayat hijab." (HR Bukhari dan Muslim)341

    5. Kedudukan Zainab di Sisi Rasulullah saw.

    Aisyah berkata: "Dialah (maksudnya Zainab binti Jahsy) yang selalu bersaing denganku di antara istri-istri Nabi saw. (untuk mendapat tempat di hati beliau)."(HR Bukhari dan Muslim)342

    6. Memiliki Banyak Keutamaan

    Aisyah r.a. berkata: "Aku belum pernah sama sekali melihat wanita yang hebat dalam soal agama melebihi Zainab, dia sangat takut kepada Allah, bicaranya sangat jujur, suka menyambung silaturahmi, senang memberikan sedekah, serta tidak segan-segan mengorbankan tenaganya demi amal perbuatan yang dia anggap baik dan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Ta'ala."(HR Muslim)343

    Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya kepada Zainab binti Jahsy mengenai persoalanku ini (mengenai berita bohong). Beliau bertanya kepada Zainab: "Apa yang engkau ketahui atau engkau lihat?" Zainab berkata: "Ya Rasulullah, aku selalu menjaga pendengaran dan penglihatanku. Demi Allah, tiada yang aku ketahui selain yang baik saja." Aisyah berkata: "Allah telah menjaganya dengan sifat wara." (HR Bukhari dan Muslim)344

    7. Kebanggaan Diri Zainab atas Istri istri Nabi saw.

    Anas berkata: "Zainab merasa bangga di atas istri-istri Nabi saw. yang lain. Dia berkata: 'Kalian dikawinkan oleh keluarga kalian, sementara aku dikawinkan oleh Allah SWT dari atas langit yang tujuh ..." (HR Bukhari)345

    8. Paling Cepat Menyusul Nabi saw.

    Aisyah mengatakan bahwa beberapa orang istri Nabi saw. bertanya kepada Nabi saw.: "Siapa di antara kami yang paling cepat menyusulmu?" Beliau menjawab: "Orang yang paling panjang tangannya di antara kalian." Lalu mereka mengambil tongkat untuk mengukur panjang hasta/tangan mereka. Ternyata Saudah yang paling panjang tangannya. Maka tahulah kami setelah itu (setelah wafatnya Zainab) bahwa yang dimaksud dengan panjang; tangan itu adalah yang paling banyak sedekahnya. Dan adalah Zainab orang yang paling cepat di antara kami menyusul Rasulullah saw. Zainab adalah orang yang paling suka bersedekah." (HR Bukhari dan Muslim)346

    PROFIL

    Dia adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya’mar. Ibu beliau bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra’, namun tatkala diperistri oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab.

    Tatkala Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).

    Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta’at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.

    Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.

    Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".

    Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntunan Syar’i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).

    Al-Wâqidiy dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan ‘Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu, beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah.

    Begitulah, Allah Subhanahu menikahi Zainab radliallâhu ‘anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas ‘Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit". Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh". Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh".

    Zainab radliallâhu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu ditanyakan sendiri oleh sayyidah ‘Aisyah radliallâhu ‘anha tatkala berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah ‘Azza wa Jalla".

    Beliau radliallâhu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala ‘Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata: "Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya: ‘Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannya…’ ".

    Maka apabila kami berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah.

    Ajal menjemput beliau pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi’. Beliau adalah istri Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya.
    sumber: media

    profil muslimah (2) : Ummu Ruman

    Ummu Ruman

    Profil Muslimah - Friday, 29 December 2006

    Kafemuslimah.com

    Nama lengkapnya Ummu Ruman Binti Amir bin Uwaimir bin Abdusyams bin Iqab hingga bermuara pada Kinanah. Nama aslinya adalah Zainab atau Da’d. Namun, ia lebih populer dengan panggilan Ummu Ruman.

    Ia tumbuh besar dan hidup di kawasan yang disebut As-Surrah, sebuah kawasan berbukit di jazirah Arab.

    Begitu memasuki usia baligh, ia langsung dinikahi oleh Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumah Al-Khair, salah seorang pemuda sekampungnya. Ia melahirkan seorang anak laki-laki yang mereka berinama Ath-Thufail.

    Bersama suami dan anaknya, ia hijrah ke Mekah dan tinggal di sana dengan perlindungan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.

    Setahun setelah tinggal di Mekah, suaminya meninggal dunia. Abu Bakar akhirnya menikahinya untuk melindungi ia dan anaknya.

    Sosok Ibu Pengasuh
    Dari istri sebelumnya, Abu Bakar dikaruniai dua orang anak, Asma dan Abdullah. Sementara itu, dengan Ummu Ruman, ia dikaruniai Aisyah dan Abdurrahman. Antara Asma dan Aisyah hanya terpaut sepuluh tahun.

    Ummu Ruman mendekap dan mengasuh keempat anak-anak Abu Bakar, di samping anak hasil perkawinannya dengan Harits, Ath-Thufail, dengan penuh kasih sayang, seolah-olah mereka adalah anaknya sendiri.

    Masuk Islam
    Ia langsung menyatakan masuk Islam setelah keislaman suaminya, Abu Bakar. Ia termasuk kelompok pertama yang masuk Islam. Semua anak-anaknya pun mengikuti jejak orang tua mereka dan masuk Islam, kecuali Abdurrahman yang masuk Islam belakangan. Rumahnya pun menjadi rumah kedua dalam Islam setelah rumah Rasulullah SAW.

    Ath-Thufail, anak hasil perkawinan pertamanya dengan Al Harits, juga msuk Islam dini dan ia pernah meriwayatkan hadits dari Aisyah r.a. Diriwayatkan dari Ath-Thufail bin Al-Harits, saudara seibu Aisyah dari Ummu Ruman, bahwasanya Aisyah pernah bercerita kepadanya bahwa Abdullah bin Az-Zubair pernah berkomentar atas jual beli atau pemberian yang diberikan Aisyah kepadanya, “Demi Allah, sungguh Aisyah harus mengakhirinya atau akan kularang ia membelanjakan harta.” (Ketika dilapori demikian) Aisyah berkata, “Ia berkata demikian?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Ia pun menukas, “Demi Allah, aku bernazar tidak akan pernah berbicara sepatah kata pun dengan Ibnu Az-Zubair selama-lamanya.” (Mendengar nazar Aisyah ini) Abdullah bin Az-Zubair meminta tolong pada Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin Al-Aswad bin Abd Yaghuts agar membujuk Aisyah untuk membatalkan nazarnya. Mereka berdua lantas meminta izin bertemu Aisyah dan ia mengizinkan keduanya. Keduanya lantas berbicara dengannya dan membujuknya untuk mengingat Allah, unsur kekerabatannya dengan Ibnu Az-Zubair, dan sabda Rasulullah SAW (Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya sesama muslim diatas tiga hari). Ia pun akhirnya memaafkan Ibnu Az-Zubair.

    Ummu Ruman turut menanggung selakna cobaan yang dialami kaum muslimin di Mekah. Ia tampil menjadi penyokong terbaik suaminya, Abu Bakar, yang termasuk orang yang paling banyak dapat siksaan dan tekanan.

    Istri Yang Disiplin
    Ummu Ruman memiliki cara berpikir yang bijak dan disiplin. Saat Khulah binti Hakim, istri ‘Utsman bin Mazh’un, datang menemuinya dan berkata (penuh ketakjuban), “Hai Ummu Ruman, apa gerangan kebajikan dan kebarakahan yang dianugerahkan Allah SWT kepada kalian ini?” Ia menukas, “Apa itu?” Khulah binti Hakim lantas menjelaskan, “Rasulullah SAW mengutusku untuk meminang Aisyah untuk beliau.” (Bukannya langsung menjawab ya) Ummu Ruman malah menjawab, “Tunggulah Abu Bakar sampai ia datang (biar dia yang memutuskan).”

    Ia begitu menghargai suami sembari menjelaskan keterpujian sifatnya. Ketika mengutarakan masalah pinangan Nabi SAW tersebut pada Abu Bakar, ia langsung berseru kepadanya, “Tunggu aku!” Ia lantas bergegas keluar.

    Ummu Ruman pun lantas menjelaskan duduk perkaranya pada Khulah, “Math’am bin Uday telah menyunting Aisyah untuk anak laki-lakinya. Demi Allah, Abu Bakar tidak pernah berjanji apa pun kemudian ia langgar sendiri.”

    Abu Bakar ternyata pergi menemui Math’am bin Uday yang mengurungkan pinangannya pada Aisyah karena takut anaknya bakal terseret masuk Islam. Abu Bakar pun pulang dan berkata pada Khulah, “Undanglah Rasulullah SAW kemari!”. Khulah pun mengundang beliau. Selanjutnya Abu Bakar segera menikahkan beliau dengan putrinya, Aisyah, yang kala itu masih berusia enam tahun.

    Mukminah Penyabar
    Ketika Nabi SAW memutuskan hijrah dan menunjuk Abu Bakar sebagai pendampingnya, Abu Bakar pulang menemui Ummu Ruman dan memberitahunya. Dipamiti demikian, Ummu Ruman sama sekali tidak gentar meski harus menghadapi bahaya sendirian di Mekah bersama putra-putrinya. Ia malah berkata, “Sebab beliau juga meninggalkan anak-anak dan berhijrah.”

    Selama ketiadaan suaminya, ia praktis menjalankan fungsi kepala rumah tangga secara penuh hingga akhirnya pergi berhijrah bersama keluarganya semua, didampingi putra-putri Nabi SAW. : Fatimah dan Ummu Kultsum, juga istri Nabi SAW. (Saudah), dengan dikawal oleh Zaid bin Haritsah, Abu Rafi (budak pembantu Rasulullah SAW), dan Abdullah bin Uraiqizh yang diutus khusus oleh Nabi SAW untuk memboyong mereka, ditambah lagi dengan keikutsertaan Thalhah bin Ubaidillah. Jadilah rombongan itu laiknya rombongan cahaya.

    Menjadi Ibu Mertua Nabi SAW
    Sesampai di Madinah, Ummu Ruman berbincang dengan Abu Bakar r.a., “Abu Bakar, tidakkah sebaiknya engkau ingatkan Rasulullah SAW mengenai status Aisyah?” Abu Bakar segera menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Tidakkah Anda ingin membangun keluarga, wahai Rasulullah SAW?”

    Perkawinan pun dilangsungkan. Aisyah r.a. bercerita, “Rasulullah SAW menikahiku saat aku berusia enam tahun. Kami datang ke Madinah dan menginap di kampung Bani Al-Harits bin Khazraj. Di sana, aku terpatuk (ular berbisa) hingga rambutku rontok berguguran. Tiba-tiba, ibuku, Ummu Ruman, datang menghampiriku selagi aku masih asyik bermain ayunan bersama kawan-kawan sepermainanku. Ia berteriak memanggilku. Aku tergopoh-gopoh menghampirinya dan tidak tahu apa gerangan yang diinginkannya dariku. Ia raih tanganku samapi akhirnya ia hentikan aku di pintu rumah. Napasku tersengal-sengal (karena terus diseret ibu) hingga akhirnya pernapasanku kembali tenang. Ia lalu ambil sedikit air, lalu ia usap-usapkan ke wajah dan ke kepalaku. Kemudian, ia masukkan aku ke rumah. Di sana, sudah ada beberapa perempuan Anshar. Mereka berseru, “Semoga senantiasa kebaikan dan keberkahan melimpahimu.” Ia serahkan aku pada mereka. Secepat kilat, mereka dandani penampilanku. Aku belum betul-betul sadar akan apa yang terjadi, kecuali setelah Rasulullah SAW datang pagi-pagi. Ibu lantas menyerahkanku kepada beliau. Usiaku kala itu baru sembilan tahun.”

    Tegar Menghadapi Badai Cobaan
    Pada tahun keenam hijriah, tepatnya setelah Perang Bani Al-Mushthaliq, terjadillah fitnah ifk yang sengaja dipicu oleh orang-orang munafik untuk menjatuhkan kehormatan putri Ummu Ruman, Aisyah.

    Nabi SAW pun sempat termakan isu itu dan memperlakukan Aisyah tidak seperti biasanya. Karena jatuh sakit memikirkan isu itu, Aisyah pun pamit pulang ke rumah orang tuanya agar bisa dirawat ibunya. Ummu Ruman sebenarnya sudah mengetahui isu yang beredar. Namun, ia sengaja menyembunyikan dari putrinya.

    Diriwayatkan dari Masruq bin Al-Ajda, tuturnya bahwa Ummu Ruman, ibunda Aisyah r.a. bercerita kepadaku sebagai berikut.

    Ketika aku dan Aisyah asyik-asyik duduk, tiba-tiba seorang perempuan Anshar datang seraya berseru, “Semoga Allah mengerjai fulan!”. Ummu Ruman bertanya, “Ada apa?”. Ia menjawab, “Anakku termasuk orang yang menceritakan berita itu.”. Ia bertanya lagi, “Berita apa?”. Ia jawab begini, begini. Perempuan itu lantas bercerita isu yang beredar di Madinah mengenai affair Aisyah.

    Aisyah pun bertanya, “Rasulullah SAW sudah mendengar hal itu?”. Ia bilang, “Sudah”. Ia tanya lagi, “Abu Bakar?”. Ia jawab, “Sudah”. Ia pun langsung terjatuh pingsan. Saat tersadar, ia langsung terserang demam. Aku lemparkan bajunya padanya lalu menyelimutkannya.

    Nabi SAW kemudian datang dan bertanya, “Ada apa gerangan dengannya?”. Aku jawab, “Ia terserang demam hebat”. Beliau menukas, “Mungkinkah ini karena isu yang sedang ramai diperbincangkan (menjadi buah bibir).”. Aku jawab, “Ya”. Aisyah duduk dan berkata, “Demi Allah, sungguh jika aku bersumpah sekalipun mereka tetap tidak mempercayaiku. Dan jika aku bilang tidak, kalian tetap tidak akan menerima alasanku. Aku dan kalian seperti Yaqub dan anak-anaknya (yang membawa berita palsu kematian Yusuf yang sengaja mereka buang). ‘Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’ “(Q.S. Yusuf, 12:18)

    Nabi SAW pun pamit pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Allah akhirnya menurunkan kesuciannya (Dari isu tersebut). Aisyah pun berkata, “Dengan segala puji Allah, bukan puji siapa pun, bukan pula pujimu (Rasulullah SAW).”

    Diriwayatkan dari Aisyah, kisahnya, “Begitu tersiar berita miring mengenai diriku yang tidak pernah aku ketahui dan aku lakukan sedikit pun, aku memutuskan untuk pulang ke rumahku seolah-olah apa yang aku alami sekarang ini belum pernah aku rasakan, banyak maupun sedikitnya. Aku benar-benar tersengat. Aku bilang pada Rasulullah SAW., ‘Pulangkan aku ke rumah ayahku.’. Beliau pun mengutus seorang pengawal untuk menghantarkanku.”

    Saat masuk rumah, aku dapati Ummu Ruman dibawah, sedang Abu Bakar di lantai atas rumah, membaca (Al-Quran). Ibuku bertanya, “Apa gerangan yang membuatmu datang begini, Putriku?”. Aku beritahu ia dan aku ceritakan kepadanya isu tentang diriku. Ia ternyata tidak mengalami seperti apa yang aku alami (pingsan dan jatuh sakit begitu mendengar berita miring tersebut). Ia berkata, “Putriku, tenanglah sedikit dalam menghadapi masalahmu ini. Demi Allah, sungguh tidak ada seorang pun perempuan berparas cantik lalu disukai oleh suaminya dan ia memiliki beberapa madu (poligami) kecuali mereka akan mendengkinya dan membuat desas-desus miring tentang dirinya.”. Ternyata, apa yang aku alami tidak sampai ia alami. Aku tanya,”Apakah Ayah sudah mengetahuinya?”. Ia jawab, “Sudah”. Aku tanya lagi, “Rasulullah SAW?”. Ia jawab, “Rasulullah SAW juga sudah tahu”.

    Aku spontan menangis dan bercucuran air mata. Ketika mendengar suara tangisku, Abu Bakar yang sedari tadi membaca Al-Quran di lantai atas rumah segera turun dan berkata, “Oh, Ibu, apa gerangan yang terjadi padanya?”. Ummu Ruman menjawab, “ Begitu mendengar isu miring yang menyangkut dirinya, air matanya langsung mengalir deras.”. Abu Bakar berseru, “Sumpah atas dirimu, hai Putriku. Pulanglah ke rumahmu (rumah Rasulullah SAW)!”

    Aku pun pulang diantar bapak dan ibuku. Mereka tetap menemaniku sampai akhirnya Rasulullah SAW masuk menemuiku setelah menunaikan shalat Ashar. Beliau masuk rumah, sedangkan aku diapit bapak dan ibuku di sebelah kanan dan kiriku. Beliau bertahmid memuji Allah dan memuja-Nya, lalu beliau berbicara. Aku toleh ayahku dan aku bilang kepadanya, “Jawablah beliau.”. Ia hanya menukas, “Apa yang mesti aku katakan.”. Aku toleh ibuku dan aku bilang kepadanya, “Jawablah beliau.”. Ia juga balik menukas, “Aoa yang musti aku katakan.”

    Karena keduanya tidak mau menjawab, (mewakili diriku) aku pun lantas bertasyahud, lalu memuji dan memuja Allah dengan pujian ala kadarnya, kamudian aku katakan, “Amma ba’d, demi Allah, sungguh jika aku katakan pada kalian bahwa aku benar-benar tidak melakukannya dan Allah SWT menjadi saksi bahwa aku sungguh-sungguh berkata benar, hal itu tidak akan bermanfaat bagiku di hadapan kalian sebab kalian telah terlanjur membicarakannya dan hati kalian pun termakan olehnya. Jika aku katakan aku telah melakukannya dan Allah Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melakukannya, pasti akan kalian bilang, ‘Ia telah mencelakakan dirinya sendiri.’. Demi Allah, aku tidak menemukan pemisalan yang tepat bagiku dan bagi kalian dalam situasi ini kecuali apa yang terjadi pada ayahanda Nabi Yusuf (aku berusaha melafalkan nama Yaqub, tetapi aku tidak kuasa melafalkannya) tatkala mengatakan, ‘(Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan itu) maka hanya bersabar itulah yang terbaik. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’ (Q.S. Yusuf, 12:18).”

    Ketika itulah turun wahyu pada Rasulullah SAW. Kami pun terdiam. Sejurus kemudian beliaumengangkat wajah. Bisa aku lihat dengan jelas bias keceriaan di wajah beliau saat beliau mengusap keningnya dan berkata, “Kabar gembira, hai Aisyah. Allah telah menurunkan wahyu pembebasanmu.”. Aku belum mampu melepaskan kemarahanku. Ketika bapak ibuku menyuruhku, “Berdiri dan sambutlah beliau.”. Aku sahut, “Tidak, Demi Allah aku tidak akan berdiri menyambutnya, juga tidak akan berterima kasih kepadanya, ataupun kepada kalian. Akan tetapi aku hanya memuji dan berterima kasih kepada Allah yang telah menyatakan kebebasanku. Sementara itu, telah kalian dengar isu ini, tetapi sedikit pun kalian tidak mengingkarinya ataupun mengubahnya.”” (H.R. Al-Bukhari)

    Statusnya di Mata Rasulullah SAW
    Ia memiliki status terhormat di mata Rasulullah SAW. Rasulullah SAW begitu menghormati pendapatnya, menghargainya, dan acap menanti-nantikannya. Rasulullah SAW juga selalu meminta pendapatnya mengenai masalah rumah tangga yang terjadi antara beliau dan Aisyah. Beliau pun sering meminta Aisyah untuk berkonsultasi kepadanya.

    Tatkala turun ayat takhyiir (yang memaparkan dua opsi, yaitu tetap bersama Rasulullah SAW atau bercerai), beliau mengawalinya dari Aisyah. Beliau berkata, “Wahai Aisyah, aku tawarkan satu keputusan kepadamu. Namun, jangan ambil keputusan sedikitpun terlebih dahulu sampai engkau kemukakan hal itu kepaa bapak ibumu, Abu Bakar dan Ummu Ruman.”. Ia menyahut, “Memangnya apa itu, wahai Rasulullah?”.

    Beliau menjawab, “Allah SWT berfirman, ‘Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian mengehndaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantaramu.’ (Q.S. Al-Ahzab, 33:28-29)”

    Ia menukas, “Sungguh aku hanya menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan rumah akhirat. Aku tidak akan mengonsultasikan masalah itu pada bapak dan ibuku, Abu Bakar dan Ummu Ruman.”. Rasulullah SAW pun hanya tertawa. Beliau kemudian pindah ke kamar istri-istri beliau yang lain sambil mengatakan, “Aisyah bilang begini, begini.”. Mereka pun menjawab sebagaimana jawaban yang diberikan Aisyah. (H.R. Ahmad).

    Wafat
    Ummu Ruman r.a. wafat pada tahun keenam hijriah, setelah mengalami sakit singkat.

    Rasulullah SAW turun ke kuburnya dan mendoakannya, kemudian beliau berkata, “Barang siapa yang ingin melihat bidadari (surga) maka hendaklah ia melihat Ummu Ruman.”.

    profil muslimah (1) Rafidah Al-Aslamiyah : Sang Pemilik Tenda Medis

    Rafidah Al-Aslamiyah : Sang Pemilik Tenda Medis
    Profil Muslimah - Friday, 29 December 2006

    sumber : Kafemuslimah.com

    Ia bernama lengkap Rafidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyah dan berasal dari Bani Aslam, Anshar.

    Meski seorang perempuan dan hidup di tengah kaum yang mayoritas ummi (tidak bisa baca tulis), Rafida r.a. tampil sebagai perempuan yang mahir membaca dan menulis. Ia juga memiliki keahlian perawatan kesehatan dan kedokteran. Hal ini membuatnya terkenal seantero Madinah.

    Ia termasuk wanita yang kaya raya dan dermawan. Ia selalu menginfakkan sebagian hartanya untuk profesi medis yang ia jalani (dengan memberikan pengobatan cuma-cuma).

    Ia mendirikan tenda medis di samping mesjid Nabi SAW untuk mengobati prajurit yang luka-luka sehabis Perang Badar. Kemah ini bisa dianggap sebagai rumah sakit darurat pertama yang selanjutnya ia dirikan setiap kali terjadi peperangan. Imam Ath-Thabari menulis, “Ia (Rafidah) berjuang mengobati prajurit yang luka-luka dan merogoh kocek sendiri untuk melayani kaum Muslimin yang mengalami luka-luka.”

    Oleh karena itu, ia selalu didaulat sebagai komandan batalion muslimah di setiap peperangan Nabi SAW yang bertugas khusus memberikan perawatan dan pengobatan kepada prajurit.

    Pada waktu Perang Khandaq, setelah Sa’ad bin Mu’adz terluka parah di bagian hitam biji matanya, Rasulullah SAW langsung menginstruksikan, “Bawa ia ke tenda Rafidah yang berada di mesjid agar aku bisa membesuknya dari dekat.” Konon, ketika Rasulullah SAW melewatinya di sore hari, beliau menyempatkan diri bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu sore ini?” dan jika melewatinya di pagi hari, beliau pun bertanya, “ Bagaimana keadaanmu pagi ini?”

    osteoartritis

    OSTEOARTRITIS

    DEFINISI

    Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.

    Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun.
    Bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi pria bisa terkena pada usia yang lebih muda.

    Osteoartritis lutut




    PENYEBAB

    Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera.
    Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).

    Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan.
    Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak dibawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh.
    Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini mempengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri.

    Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus.
    Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.

    Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
    - Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui
    - Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).

    Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis.
    Jenis pekerjaan ini misalnya pekerja tambang dan supir bis.

    Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.


    GEJALA

    Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala.

    Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi.
    Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.

    Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama.

    Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.

    Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
    Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.
    Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan.

    Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
    Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri.

    Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan.
    Osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya.

    Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga timbul gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah.
    Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.


    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.


    PENGOBATAN

    Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.

    Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.

    Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung.

    Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.

    Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan.
    Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8-52? Celsius atau mandi dengan air hangat.
    Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan) dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

    Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting.
    Obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen) mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan.
    Obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
    Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa disuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

    Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan.
    Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan.
    Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu jika fungsi sendi menjadi terbatas, maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi.

    sumber : http://medicastore.com/penyakit/17/Osteoartritis.html

    Mari Cegah Penularan HIV dari Ibu Hamil ke Bayi yang Dikandungnya
    26-06-2009 | Bekti-medicastore.com


    HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bila virus HIV tersebut menjadi tak terkendali dan telah menyerang tubuh dalam jangka waktu lama maka infeksi virus HIV tersebut dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

    Virus HIV berbahaya bagi tubuh karena menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan virus, bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit infeksi. HIV menyebabkan tubuh menjadi rentan untuk terkena beberapa jenis kanker & infeksi yang biasanya secara normal dapat dilawan oleh kekebalan tubuh misalnya infeksi pneumonia & meningitis.

    HIV sendiri dapat ditularkan melalui cairan vagina, air mani ataupun darah penderita HIV yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi melalui hubungan seksual, baik secara oral, anal maupun vaginal transfusi darah yang terinfeksi HIV pemakaian jarum suntik secara bersama-sama ataupun dari ibu hamil yang terkena HIV kepada bayi yang di kandungnya pada saat hamil ataupun saat melahirkan. HIV sendiri tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari seperti : sentuhan, berpelukan, berciuman dan berjabat tangan.

    Khusus untuk resiko penularan dari ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada bayi yang di kandungnya pada masa persalinan biasanya terjadi karena : adanya tekanan pada plasenta sehingga terjadi sedikit pencampuran antara darah ibu dengan darah bayi (lebih sering terjadi jika plasenta mengalami radang/infeksi), bayi terpapar darah & lendir serviks pada saat melewati jalan lahir atau karena bayi kemungkinan terinfeksi akibat menelan darah & lendir serviks pada saat resusitasi.

    Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak Terkini

    Pada hari selasa kemarin tanggal 23 Juni 2009 bertempat di Gedung Yustinus Lt. 14 Kampus Universitas Atmajaya Jakarta berlangsung acara simposium setengah hari mengenai Informasi Pengobatan HIV Terkini III : Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak Terkini. Acara yang diselenggarakan oleh yayasan Spirita bekerjasama dengan lembaga pengabdian masyarakat universitas Atmajaya itu menghadirkan nara sumber antara lain: Dr. Muh. Ilhamy, SpOG dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Bina Kesmas, Depkes RI serta dr. Anita Rachmawati, SpOG dari Bagian Obstetri Ginekologi FK UNPAD/RS. Hasan Sadikin Bandung.

    Saat ini resiko penularan infeksi HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya dapat di perkecil melalui program PMTCT (Preventing Mother To Child Transmission of HIV) yang meliputi pemberian obat ARV selama kehamilan, pemilihan cara persalinan yang sesuai kondisi sang ibu dan pemilihan metode pemberian makanan pada bayi.

    Konsep dasar intervensi PMCTC sendiri adalah :
    1. Kurangi jumlah ibu hamil dengan HIV positif.
    2. Turunkan viral load (muatan virus HIV) pada tubuh si ibu hamil melalui pemberian ART (Terapi obat Anti Retroviral).
    3. Meminimalkan paparan janin/bayi dengan cairan tubuh ibu HIV positif melalui pemilihan cara persalinan yang sesuai (baik kelahiran secara pervaginam ataupun persalinan melalui cara Sectio Caesarean Elektif/SC elektif).
    4. Optimalkan kesehatan ibu dengan HIV positif.
    Dahulu setiap ibu dengan HIV positif pasti akan selalu dianjurkan untuk melahirkan secara SC untuk menghindari resiko penularan HIV kepada bayi yang dikandungnya. Tetapi manfaat SC sendiri dapat terjadi bila yang dilakukan adalah prosedur SC elektif (bayi dilahirkan melalui operasi section caesarean pada saat usia kandungan 38 minggu / belum menunjukkan tanda-tanda kelahiran seperti pecah ketuban) dan apabila SC dilakukan sesudah terjadinya pecah ketuban maka resiko penundaan yang terjadi setiap jamnya akan sama dengan persalinan pervaginam. Dan karena persalinan pervaginam juga memiliki keuntungan tersendiri maka untuk saat ini persalinan pervaginam dapat dilakukan oleh ibu dengan HIV positif asalkan sang ibu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:
    1. Sebelumnya telah dilakukan konseling kepada ibu dengan HIV positif & pasangan mengenai manfaat serta resiko dari persalinan pervaginam dan persalinan dengan SC elektif.
    2. Ibu dengan HIV positif selama masa kehamilannya teratur minum ARV, atau
    3. Muatan virus / viral load tidak terdeteksi pada tubuh ibu dengan HIV positif (untuk pemeriksaan muatan virus ini dianjurkan pada usia kehamilan 36 minggu keatas).
    Mengenai pemberian makanan pada bayi, juga perlu dilakukan konseling kepada ibu dan pasangan mengenai masing-masing manfaat & resiko baik melalui pemberian ASI ataupun susu formula. Apabila pilihannya adalah untuk memberikan ASI eksklusif maka perlu dijelaskan mengenai manajemen laktasi (pemberian ASI yang benar untuk mencegah terjadinya lecet atau radang payudara & apabila puting sedang lecet/luka maka ASI tidak diberikan melalui puting yang lecet), sedangkan apabila pilihannya adalah susu formula eksklusif maka perlu dijelaskan mengenai syarat AFASS (susu formula harus dapat diterima, mudah dilakukan, harga terjangkau, berkesinambungan & aman) dan cara untuk mencapai AFASS tersebut. Pemberian makanan bayi secara kombinasi (ASI & Formula) sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Berikut adalah tabel manfaat dan resiko ASIE (ASI Eksklusif)-vs-SFE (Susu Formula Eksklusif).

    Manfaat

    Resiko

    ASI Eksklusif

    -Murah
    -Mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi
    -Tidak memerlukan alat-alat khusus
    -Jarang menimbulkan reaksi alergi pada bayi

    -Kandungan virus HIV
    -Luka/lesi pada payudara ibu berpotensi menularkan HIV ke bayi, kecuali kadar CD4 ibu tinggi (>500)

    Susu Formula Eksklusif

    -Resiko penularan HIV rendah
    -Penyediaan dapat setiap saat

    -Mahal (harus menyiapkan anggaran khusus)
    -Memerlukan peralatan & keterampilan dalam menyiapkan
    -Ada Resiko alergi pada bayi


    Untuk lebih jelasnya mengenai penatalaksanaan obstetrik & pemberian makanan pada bayi untuk ibu dengan HIV positif ini dapat di konsultasikan pada dokter spesialis kandungan, terutama yang telah terlatih untuk merawat ibu hamil dengan HIV positif.

    Dan bila ingin mengetahui lebih jelas tentang HIV & AIDS, berikut beberapa website yang dapat digunakan untuk mencari informasi :
    1. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
      http://www.aidsindonesia.or.id
    2. Yayasan Spirita
      http://spiritia.or.id
    3. Yayasan AIDS Indonesia
      http://www.yaids.com
    HIV memang termasuk salah satu virus yang masih belum ditemukan pengobatannya saat ini, tetapi dengan pengobatan yang tepat & teratur, maka perkembangannya dapat dikendalikan. Yang terutama adalah kesadaran diri untuk mencegah menularkan ataupun tertular virus HIV.

    sumber :
    http://medicastore.com/seminar/96/Mari_Cegah_Penularan_HIV_dari_Ibu_Hamil_ke_Bayi_yang_Dikandungnya.html