Sunday, August 16, 2009

sumayyah binti khayyat ; isteri Yasir

Sumayyah binti Khayyat Radhiallaahu ‘anha

Filed under: Muslimah

Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah sehingga tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah.

Begitulah Yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Huzaifah. Dia akhirnya dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini. Beliau hidup bersamanya dalam suasana yang tenteram. Tidak berselang lama dari pernikahan tersebut, merekapun dikaruniai dua orang anak, yaitu ‘Ammar dan Ubaidullah

Tatkala ‘Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Maka berfikirlah ‘Ammar bin Yasir sebagaimana yang difikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau di dalam berfikir dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk Dienul Islam.

‘Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya.

Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya sehingga Sumayyah menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.

Dari sinilah dimulai sejarah yang agung bagi Sumayyah yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk pertama kalinya.

Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena ‘Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam bahkan mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir menyikapinya dengan menentang dan memusuhi mereka.

Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari dien mereka. Mereka memaksa dengan cara menyeret mereka ke padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan diatas dadanya sebongkah batu yang berat, akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan Ahad….Ahad…., beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang diucapkan juga oleh Yasir, ‘Ammar dan Bilal.

Suatu ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah tersiksa secara kejam, maka beliau menengadahkan tangannya ke langit dan berseru :
"Bersabarlah keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga"

Sumayyah mendengar seruan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertambah tegar dan optimis dengan kewibawaan imannya. Dia mengulang-ulang dengan berani: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar".

Sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang sepele dalam rangka memperjuangkan aqidahnya. Di hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para Thaghut yang zhalim, yang mana mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya sekalipun hanya satu langkah semut.

Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya. Sumayyah pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Tatkala para Thaghut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah maka musuh Allah, Abu jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkannya sangkur yang berada dalam genggamannya ke tubuhnya. Maka terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan bersih. Dan beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh yang baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, yang mana beliau telah mengerahkan segala apa yang beliau miliki, dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal dalam rangka meraih keridhaan Rabb-nya. "Dan mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan".

(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN)

Zainab binti Jahsyi Ummul Mukminin

Zainab Binti Jahsyi Ummul Mukminin
Profil Muslimah - Sunday, 27 February 2005


Kafemuslimah.com Ummul Mukminin Zainab adalah pribadi yang luar biasa. Dengan menelaah perjalanan hidup ibunda mukminin ini diharapkan kita dapat mengambil contoh daripadanya.

1. Perkawinan Zainab dengan Rasulullah saw. Berdasarkan Perintah Allah SWT

Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) memberi nikmat kepadanya: 'Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,' sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istri-istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.'" (al-Ahzab: 37)

2. Sangat Rajin Mengerjakan Shalat Istikharah

Anas r.a. berkata bahwa ketika masa 'iddah Zainab sudah berakhir, Rasulullah saw. bersabda kepada Zaid: "Lamarkanlah aku kepadanya." Zaid segera berangkat menemui Zainab yang waktu itu sedang membuat adonan roti. Selanjutnya Zaid menuturkan: "Begitu aku melihatnya, dadaku bergetar keras, sampai-sampai aku tidak kuasa untuk memandangnya, apalagi untuk menyampaikan lamaran Rasulullah saw. Dengan perasaan tidak karuan dan sambil membelakang, aku paksakan berbicara: 'Wahai Zainab, Rasulullah saw. mengutusku untuk melamarmu.'" Zainab berkata: "Aku tidak bisa berbuat sesuatu sebelum aku shalat istikharah kepada Tuhanku." Lalu Zainab berdiri menuju masjidnya. Ayat Al-Qur'an turun, berbunyi: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya." Sesaat kemudian datanglah Rasulullah saw., lalu langsung menemuinya tanpa izin ... (HR Muslim)336

3. Keistimewaan Walimah Perkawinan Zainab

Anas r.a. berkata:"Nabi saw. tidak pernah melakukan sesuatu dalam walimah perkawinan dengan istri-istri beliau seperti yang beliau lakukan dalam walimah perkawinan beliau dengan Zainab. Beliau meramaikan walimahnya dengan memotong seekor kambing." (HR Bukhari dan Muslim)337

Anas r.a. berkata: "Pada acara perkawinan Nabi saw. dengan Zainab dihidangkan roti dan daging. Aku disuruh mengundang orang-orang makan ke rumah Nabi saw. Maka datanglah satu rombongan. Mereka lalu makan, kemudian keluar. Berikutnya datang lagi rombongan lain. Mereka makan, kemudian keluar. Aku terus mengundang orang makan sehingga tidak ada lagi seorang pun yang tidak aku undang ..." (HR Bukhari dan Muslim)338

Anas bin Malik r.a. berkata: "Nabi saw. menjadi pengantin bagi Zainab, lalu Ummu Sulaim berkata kepadaku: 'Bagaimana kalau kami memberikan suatu hadiah untuk Rasulullah saw.?' Aku jawab: 'Lakukanlah!' Lalu Ummu Sulaim mengambil kurma, minyak samin, dan keju (haisah), kemudian diaduknya dan ditaruh ke periuk. Ummu Sulaim menyuruhku mengantarkan bubur (haisah) itu kepada Nabi saw. Lalu aku berangkat membawanya kepada Nabi saw. Beliau berkata kepadaku: "Letakkanlah haisah itu dahulu!" Kemudian beliau menyuruhku dengan kata-kata: "Panggilah beberapa orang laki-laki ke sini (beliau menyebutkan nama-nama mereka) dan panggillah (undanglah) ke sini siapa saja yang kamu temui!"

Anas berkata:"Aku segera melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi saw. kepadaku. Setelah itu aku kembali dan ternyata di rumah sudah penuh sesak oleh para undangan. Aku melihat Nabi saw. meletakkan kedua belah tangan beliau ke atas haisah tersebut sambil membacakan sesuatu (berdoa). Kemudian beliau memanggil para undangan sepuluh orang sepuluh orang untuk makan dan beliau berkata kepada mereka: 'Bacalah bismillah dan setiap orang hendaklah memakan apa yang didekatnya!'" (HR Bukhari dan Muslim)339

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Haisah itu dihidangkan bertepatan waktunya dengan dihidangkannya roti dan daging tadi, sehingga semua undangan bisa menikmati semua jenis hidangan tersebut."340

4. Ayat Hijab Turun pada Pagi Hari Walimah Perkawinan Zainab

Anas r.a. berkata: "Rasulullah saw. mengadakan walimah perkawinan ketika beliau membina rumah tangga dengan Zainab binti Jahsy. Beliau menghidangkan roti dan daging kepada para tamunya. Kemudian beliau pergi ke kamar-kamar seluruh ummul mukminin sebagaimana yang sudah biasa beliau lakukan pada pagi hari beliau membina rumah tangga dengan Zainab. Sesampainya di kamar-kamar mereka, beliau mengucapkan salam dan mendoakan mereka. Sebaliknya mereka pun mengucapkan salam dan mendoakan Nabi saw. Ketika beliau kembali ke rumahnya, beliau melihat masih ada dua orang laki-laki yang masih terus berbicara. Ketika melihat kedua laki-laki itu, Nabi saw. berputar arah meninggalkan rumahnya. Ketika kedua laki-laki itu melihat Nabi saw. berbalik arah meninggalkan rumahnya, mereka segera melompat pergi. Saya tidak ingat lagi apakah saya yang memberitahu beliau bahwa mereka sudah keluar atau ada orang lain yang memberitahu beliau. Akhirnya beliau kembali dan masuk ke rumahnya. Setelah itu beliau membentangkan tirai antara aku dan beliau, dan turunlah ayat hijab." (HR Bukhari dan Muslim)341

5. Kedudukan Zainab di Sisi Rasulullah saw.

Aisyah berkata: "Dialah (maksudnya Zainab binti Jahsy) yang selalu bersaing denganku di antara istri-istri Nabi saw. (untuk mendapat tempat di hati beliau)."(HR Bukhari dan Muslim)342

6. Memiliki Banyak Keutamaan

Aisyah r.a. berkata: "Aku belum pernah sama sekali melihat wanita yang hebat dalam soal agama melebihi Zainab, dia sangat takut kepada Allah, bicaranya sangat jujur, suka menyambung silaturahmi, senang memberikan sedekah, serta tidak segan-segan mengorbankan tenaganya demi amal perbuatan yang dia anggap baik dan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Ta'ala."(HR Muslim)343

Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya kepada Zainab binti Jahsy mengenai persoalanku ini (mengenai berita bohong). Beliau bertanya kepada Zainab: "Apa yang engkau ketahui atau engkau lihat?" Zainab berkata: "Ya Rasulullah, aku selalu menjaga pendengaran dan penglihatanku. Demi Allah, tiada yang aku ketahui selain yang baik saja." Aisyah berkata: "Allah telah menjaganya dengan sifat wara." (HR Bukhari dan Muslim)344

7. Kebanggaan Diri Zainab atas Istri istri Nabi saw.

Anas berkata: "Zainab merasa bangga di atas istri-istri Nabi saw. yang lain. Dia berkata: 'Kalian dikawinkan oleh keluarga kalian, sementara aku dikawinkan oleh Allah SWT dari atas langit yang tujuh ..." (HR Bukhari)345

8. Paling Cepat Menyusul Nabi saw.

Aisyah mengatakan bahwa beberapa orang istri Nabi saw. bertanya kepada Nabi saw.: "Siapa di antara kami yang paling cepat menyusulmu?" Beliau menjawab: "Orang yang paling panjang tangannya di antara kalian." Lalu mereka mengambil tongkat untuk mengukur panjang hasta/tangan mereka. Ternyata Saudah yang paling panjang tangannya. Maka tahulah kami setelah itu (setelah wafatnya Zainab) bahwa yang dimaksud dengan panjang; tangan itu adalah yang paling banyak sedekahnya. Dan adalah Zainab orang yang paling cepat di antara kami menyusul Rasulullah saw. Zainab adalah orang yang paling suka bersedekah." (HR Bukhari dan Muslim)346

PROFIL

Dia adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya’mar. Ibu beliau bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra’, namun tatkala diperistri oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab.

Tatkala Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).

Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta’at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.

Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.

Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".

Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntunan Syar’i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).

Al-Wâqidiy dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan ‘Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu, beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah.

Begitulah, Allah Subhanahu menikahi Zainab radliallâhu ‘anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas ‘Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit". Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh". Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh".

Zainab radliallâhu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu ditanyakan sendiri oleh sayyidah ‘Aisyah radliallâhu ‘anha tatkala berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah ‘Azza wa Jalla".

Beliau radliallâhu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala ‘Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata: "Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya: ‘Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannya…’ ".

Maka apabila kami berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah.

Ajal menjemput beliau pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi’. Beliau adalah istri Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya.
sumber: media

profil muslimah (2) : Ummu Ruman

Ummu Ruman

Profil Muslimah - Friday, 29 December 2006

Kafemuslimah.com

Nama lengkapnya Ummu Ruman Binti Amir bin Uwaimir bin Abdusyams bin Iqab hingga bermuara pada Kinanah. Nama aslinya adalah Zainab atau Da’d. Namun, ia lebih populer dengan panggilan Ummu Ruman.

Ia tumbuh besar dan hidup di kawasan yang disebut As-Surrah, sebuah kawasan berbukit di jazirah Arab.

Begitu memasuki usia baligh, ia langsung dinikahi oleh Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumah Al-Khair, salah seorang pemuda sekampungnya. Ia melahirkan seorang anak laki-laki yang mereka berinama Ath-Thufail.

Bersama suami dan anaknya, ia hijrah ke Mekah dan tinggal di sana dengan perlindungan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.

Setahun setelah tinggal di Mekah, suaminya meninggal dunia. Abu Bakar akhirnya menikahinya untuk melindungi ia dan anaknya.

Sosok Ibu Pengasuh
Dari istri sebelumnya, Abu Bakar dikaruniai dua orang anak, Asma dan Abdullah. Sementara itu, dengan Ummu Ruman, ia dikaruniai Aisyah dan Abdurrahman. Antara Asma dan Aisyah hanya terpaut sepuluh tahun.

Ummu Ruman mendekap dan mengasuh keempat anak-anak Abu Bakar, di samping anak hasil perkawinannya dengan Harits, Ath-Thufail, dengan penuh kasih sayang, seolah-olah mereka adalah anaknya sendiri.

Masuk Islam
Ia langsung menyatakan masuk Islam setelah keislaman suaminya, Abu Bakar. Ia termasuk kelompok pertama yang masuk Islam. Semua anak-anaknya pun mengikuti jejak orang tua mereka dan masuk Islam, kecuali Abdurrahman yang masuk Islam belakangan. Rumahnya pun menjadi rumah kedua dalam Islam setelah rumah Rasulullah SAW.

Ath-Thufail, anak hasil perkawinan pertamanya dengan Al Harits, juga msuk Islam dini dan ia pernah meriwayatkan hadits dari Aisyah r.a. Diriwayatkan dari Ath-Thufail bin Al-Harits, saudara seibu Aisyah dari Ummu Ruman, bahwasanya Aisyah pernah bercerita kepadanya bahwa Abdullah bin Az-Zubair pernah berkomentar atas jual beli atau pemberian yang diberikan Aisyah kepadanya, “Demi Allah, sungguh Aisyah harus mengakhirinya atau akan kularang ia membelanjakan harta.” (Ketika dilapori demikian) Aisyah berkata, “Ia berkata demikian?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Ia pun menukas, “Demi Allah, aku bernazar tidak akan pernah berbicara sepatah kata pun dengan Ibnu Az-Zubair selama-lamanya.” (Mendengar nazar Aisyah ini) Abdullah bin Az-Zubair meminta tolong pada Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin Al-Aswad bin Abd Yaghuts agar membujuk Aisyah untuk membatalkan nazarnya. Mereka berdua lantas meminta izin bertemu Aisyah dan ia mengizinkan keduanya. Keduanya lantas berbicara dengannya dan membujuknya untuk mengingat Allah, unsur kekerabatannya dengan Ibnu Az-Zubair, dan sabda Rasulullah SAW (Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya sesama muslim diatas tiga hari). Ia pun akhirnya memaafkan Ibnu Az-Zubair.

Ummu Ruman turut menanggung selakna cobaan yang dialami kaum muslimin di Mekah. Ia tampil menjadi penyokong terbaik suaminya, Abu Bakar, yang termasuk orang yang paling banyak dapat siksaan dan tekanan.

Istri Yang Disiplin
Ummu Ruman memiliki cara berpikir yang bijak dan disiplin. Saat Khulah binti Hakim, istri ‘Utsman bin Mazh’un, datang menemuinya dan berkata (penuh ketakjuban), “Hai Ummu Ruman, apa gerangan kebajikan dan kebarakahan yang dianugerahkan Allah SWT kepada kalian ini?” Ia menukas, “Apa itu?” Khulah binti Hakim lantas menjelaskan, “Rasulullah SAW mengutusku untuk meminang Aisyah untuk beliau.” (Bukannya langsung menjawab ya) Ummu Ruman malah menjawab, “Tunggulah Abu Bakar sampai ia datang (biar dia yang memutuskan).”

Ia begitu menghargai suami sembari menjelaskan keterpujian sifatnya. Ketika mengutarakan masalah pinangan Nabi SAW tersebut pada Abu Bakar, ia langsung berseru kepadanya, “Tunggu aku!” Ia lantas bergegas keluar.

Ummu Ruman pun lantas menjelaskan duduk perkaranya pada Khulah, “Math’am bin Uday telah menyunting Aisyah untuk anak laki-lakinya. Demi Allah, Abu Bakar tidak pernah berjanji apa pun kemudian ia langgar sendiri.”

Abu Bakar ternyata pergi menemui Math’am bin Uday yang mengurungkan pinangannya pada Aisyah karena takut anaknya bakal terseret masuk Islam. Abu Bakar pun pulang dan berkata pada Khulah, “Undanglah Rasulullah SAW kemari!”. Khulah pun mengundang beliau. Selanjutnya Abu Bakar segera menikahkan beliau dengan putrinya, Aisyah, yang kala itu masih berusia enam tahun.

Mukminah Penyabar
Ketika Nabi SAW memutuskan hijrah dan menunjuk Abu Bakar sebagai pendampingnya, Abu Bakar pulang menemui Ummu Ruman dan memberitahunya. Dipamiti demikian, Ummu Ruman sama sekali tidak gentar meski harus menghadapi bahaya sendirian di Mekah bersama putra-putrinya. Ia malah berkata, “Sebab beliau juga meninggalkan anak-anak dan berhijrah.”

Selama ketiadaan suaminya, ia praktis menjalankan fungsi kepala rumah tangga secara penuh hingga akhirnya pergi berhijrah bersama keluarganya semua, didampingi putra-putri Nabi SAW. : Fatimah dan Ummu Kultsum, juga istri Nabi SAW. (Saudah), dengan dikawal oleh Zaid bin Haritsah, Abu Rafi (budak pembantu Rasulullah SAW), dan Abdullah bin Uraiqizh yang diutus khusus oleh Nabi SAW untuk memboyong mereka, ditambah lagi dengan keikutsertaan Thalhah bin Ubaidillah. Jadilah rombongan itu laiknya rombongan cahaya.

Menjadi Ibu Mertua Nabi SAW
Sesampai di Madinah, Ummu Ruman berbincang dengan Abu Bakar r.a., “Abu Bakar, tidakkah sebaiknya engkau ingatkan Rasulullah SAW mengenai status Aisyah?” Abu Bakar segera menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Tidakkah Anda ingin membangun keluarga, wahai Rasulullah SAW?”

Perkawinan pun dilangsungkan. Aisyah r.a. bercerita, “Rasulullah SAW menikahiku saat aku berusia enam tahun. Kami datang ke Madinah dan menginap di kampung Bani Al-Harits bin Khazraj. Di sana, aku terpatuk (ular berbisa) hingga rambutku rontok berguguran. Tiba-tiba, ibuku, Ummu Ruman, datang menghampiriku selagi aku masih asyik bermain ayunan bersama kawan-kawan sepermainanku. Ia berteriak memanggilku. Aku tergopoh-gopoh menghampirinya dan tidak tahu apa gerangan yang diinginkannya dariku. Ia raih tanganku samapi akhirnya ia hentikan aku di pintu rumah. Napasku tersengal-sengal (karena terus diseret ibu) hingga akhirnya pernapasanku kembali tenang. Ia lalu ambil sedikit air, lalu ia usap-usapkan ke wajah dan ke kepalaku. Kemudian, ia masukkan aku ke rumah. Di sana, sudah ada beberapa perempuan Anshar. Mereka berseru, “Semoga senantiasa kebaikan dan keberkahan melimpahimu.” Ia serahkan aku pada mereka. Secepat kilat, mereka dandani penampilanku. Aku belum betul-betul sadar akan apa yang terjadi, kecuali setelah Rasulullah SAW datang pagi-pagi. Ibu lantas menyerahkanku kepada beliau. Usiaku kala itu baru sembilan tahun.”

Tegar Menghadapi Badai Cobaan
Pada tahun keenam hijriah, tepatnya setelah Perang Bani Al-Mushthaliq, terjadillah fitnah ifk yang sengaja dipicu oleh orang-orang munafik untuk menjatuhkan kehormatan putri Ummu Ruman, Aisyah.

Nabi SAW pun sempat termakan isu itu dan memperlakukan Aisyah tidak seperti biasanya. Karena jatuh sakit memikirkan isu itu, Aisyah pun pamit pulang ke rumah orang tuanya agar bisa dirawat ibunya. Ummu Ruman sebenarnya sudah mengetahui isu yang beredar. Namun, ia sengaja menyembunyikan dari putrinya.

Diriwayatkan dari Masruq bin Al-Ajda, tuturnya bahwa Ummu Ruman, ibunda Aisyah r.a. bercerita kepadaku sebagai berikut.

Ketika aku dan Aisyah asyik-asyik duduk, tiba-tiba seorang perempuan Anshar datang seraya berseru, “Semoga Allah mengerjai fulan!”. Ummu Ruman bertanya, “Ada apa?”. Ia menjawab, “Anakku termasuk orang yang menceritakan berita itu.”. Ia bertanya lagi, “Berita apa?”. Ia jawab begini, begini. Perempuan itu lantas bercerita isu yang beredar di Madinah mengenai affair Aisyah.

Aisyah pun bertanya, “Rasulullah SAW sudah mendengar hal itu?”. Ia bilang, “Sudah”. Ia tanya lagi, “Abu Bakar?”. Ia jawab, “Sudah”. Ia pun langsung terjatuh pingsan. Saat tersadar, ia langsung terserang demam. Aku lemparkan bajunya padanya lalu menyelimutkannya.

Nabi SAW kemudian datang dan bertanya, “Ada apa gerangan dengannya?”. Aku jawab, “Ia terserang demam hebat”. Beliau menukas, “Mungkinkah ini karena isu yang sedang ramai diperbincangkan (menjadi buah bibir).”. Aku jawab, “Ya”. Aisyah duduk dan berkata, “Demi Allah, sungguh jika aku bersumpah sekalipun mereka tetap tidak mempercayaiku. Dan jika aku bilang tidak, kalian tetap tidak akan menerima alasanku. Aku dan kalian seperti Yaqub dan anak-anaknya (yang membawa berita palsu kematian Yusuf yang sengaja mereka buang). ‘Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’ “(Q.S. Yusuf, 12:18)

Nabi SAW pun pamit pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Allah akhirnya menurunkan kesuciannya (Dari isu tersebut). Aisyah pun berkata, “Dengan segala puji Allah, bukan puji siapa pun, bukan pula pujimu (Rasulullah SAW).”

Diriwayatkan dari Aisyah, kisahnya, “Begitu tersiar berita miring mengenai diriku yang tidak pernah aku ketahui dan aku lakukan sedikit pun, aku memutuskan untuk pulang ke rumahku seolah-olah apa yang aku alami sekarang ini belum pernah aku rasakan, banyak maupun sedikitnya. Aku benar-benar tersengat. Aku bilang pada Rasulullah SAW., ‘Pulangkan aku ke rumah ayahku.’. Beliau pun mengutus seorang pengawal untuk menghantarkanku.”

Saat masuk rumah, aku dapati Ummu Ruman dibawah, sedang Abu Bakar di lantai atas rumah, membaca (Al-Quran). Ibuku bertanya, “Apa gerangan yang membuatmu datang begini, Putriku?”. Aku beritahu ia dan aku ceritakan kepadanya isu tentang diriku. Ia ternyata tidak mengalami seperti apa yang aku alami (pingsan dan jatuh sakit begitu mendengar berita miring tersebut). Ia berkata, “Putriku, tenanglah sedikit dalam menghadapi masalahmu ini. Demi Allah, sungguh tidak ada seorang pun perempuan berparas cantik lalu disukai oleh suaminya dan ia memiliki beberapa madu (poligami) kecuali mereka akan mendengkinya dan membuat desas-desus miring tentang dirinya.”. Ternyata, apa yang aku alami tidak sampai ia alami. Aku tanya,”Apakah Ayah sudah mengetahuinya?”. Ia jawab, “Sudah”. Aku tanya lagi, “Rasulullah SAW?”. Ia jawab, “Rasulullah SAW juga sudah tahu”.

Aku spontan menangis dan bercucuran air mata. Ketika mendengar suara tangisku, Abu Bakar yang sedari tadi membaca Al-Quran di lantai atas rumah segera turun dan berkata, “Oh, Ibu, apa gerangan yang terjadi padanya?”. Ummu Ruman menjawab, “ Begitu mendengar isu miring yang menyangkut dirinya, air matanya langsung mengalir deras.”. Abu Bakar berseru, “Sumpah atas dirimu, hai Putriku. Pulanglah ke rumahmu (rumah Rasulullah SAW)!”

Aku pun pulang diantar bapak dan ibuku. Mereka tetap menemaniku sampai akhirnya Rasulullah SAW masuk menemuiku setelah menunaikan shalat Ashar. Beliau masuk rumah, sedangkan aku diapit bapak dan ibuku di sebelah kanan dan kiriku. Beliau bertahmid memuji Allah dan memuja-Nya, lalu beliau berbicara. Aku toleh ayahku dan aku bilang kepadanya, “Jawablah beliau.”. Ia hanya menukas, “Apa yang mesti aku katakan.”. Aku toleh ibuku dan aku bilang kepadanya, “Jawablah beliau.”. Ia juga balik menukas, “Aoa yang musti aku katakan.”

Karena keduanya tidak mau menjawab, (mewakili diriku) aku pun lantas bertasyahud, lalu memuji dan memuja Allah dengan pujian ala kadarnya, kamudian aku katakan, “Amma ba’d, demi Allah, sungguh jika aku katakan pada kalian bahwa aku benar-benar tidak melakukannya dan Allah SWT menjadi saksi bahwa aku sungguh-sungguh berkata benar, hal itu tidak akan bermanfaat bagiku di hadapan kalian sebab kalian telah terlanjur membicarakannya dan hati kalian pun termakan olehnya. Jika aku katakan aku telah melakukannya dan Allah Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melakukannya, pasti akan kalian bilang, ‘Ia telah mencelakakan dirinya sendiri.’. Demi Allah, aku tidak menemukan pemisalan yang tepat bagiku dan bagi kalian dalam situasi ini kecuali apa yang terjadi pada ayahanda Nabi Yusuf (aku berusaha melafalkan nama Yaqub, tetapi aku tidak kuasa melafalkannya) tatkala mengatakan, ‘(Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan itu) maka hanya bersabar itulah yang terbaik. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’ (Q.S. Yusuf, 12:18).”

Ketika itulah turun wahyu pada Rasulullah SAW. Kami pun terdiam. Sejurus kemudian beliaumengangkat wajah. Bisa aku lihat dengan jelas bias keceriaan di wajah beliau saat beliau mengusap keningnya dan berkata, “Kabar gembira, hai Aisyah. Allah telah menurunkan wahyu pembebasanmu.”. Aku belum mampu melepaskan kemarahanku. Ketika bapak ibuku menyuruhku, “Berdiri dan sambutlah beliau.”. Aku sahut, “Tidak, Demi Allah aku tidak akan berdiri menyambutnya, juga tidak akan berterima kasih kepadanya, ataupun kepada kalian. Akan tetapi aku hanya memuji dan berterima kasih kepada Allah yang telah menyatakan kebebasanku. Sementara itu, telah kalian dengar isu ini, tetapi sedikit pun kalian tidak mengingkarinya ataupun mengubahnya.”” (H.R. Al-Bukhari)

Statusnya di Mata Rasulullah SAW
Ia memiliki status terhormat di mata Rasulullah SAW. Rasulullah SAW begitu menghormati pendapatnya, menghargainya, dan acap menanti-nantikannya. Rasulullah SAW juga selalu meminta pendapatnya mengenai masalah rumah tangga yang terjadi antara beliau dan Aisyah. Beliau pun sering meminta Aisyah untuk berkonsultasi kepadanya.

Tatkala turun ayat takhyiir (yang memaparkan dua opsi, yaitu tetap bersama Rasulullah SAW atau bercerai), beliau mengawalinya dari Aisyah. Beliau berkata, “Wahai Aisyah, aku tawarkan satu keputusan kepadamu. Namun, jangan ambil keputusan sedikitpun terlebih dahulu sampai engkau kemukakan hal itu kepaa bapak ibumu, Abu Bakar dan Ummu Ruman.”. Ia menyahut, “Memangnya apa itu, wahai Rasulullah?”.

Beliau menjawab, “Allah SWT berfirman, ‘Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian mengehndaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantaramu.’ (Q.S. Al-Ahzab, 33:28-29)”

Ia menukas, “Sungguh aku hanya menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan rumah akhirat. Aku tidak akan mengonsultasikan masalah itu pada bapak dan ibuku, Abu Bakar dan Ummu Ruman.”. Rasulullah SAW pun hanya tertawa. Beliau kemudian pindah ke kamar istri-istri beliau yang lain sambil mengatakan, “Aisyah bilang begini, begini.”. Mereka pun menjawab sebagaimana jawaban yang diberikan Aisyah. (H.R. Ahmad).

Wafat
Ummu Ruman r.a. wafat pada tahun keenam hijriah, setelah mengalami sakit singkat.

Rasulullah SAW turun ke kuburnya dan mendoakannya, kemudian beliau berkata, “Barang siapa yang ingin melihat bidadari (surga) maka hendaklah ia melihat Ummu Ruman.”.

profil muslimah (1) Rafidah Al-Aslamiyah : Sang Pemilik Tenda Medis

Rafidah Al-Aslamiyah : Sang Pemilik Tenda Medis
Profil Muslimah - Friday, 29 December 2006

sumber : Kafemuslimah.com

Ia bernama lengkap Rafidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyah dan berasal dari Bani Aslam, Anshar.

Meski seorang perempuan dan hidup di tengah kaum yang mayoritas ummi (tidak bisa baca tulis), Rafida r.a. tampil sebagai perempuan yang mahir membaca dan menulis. Ia juga memiliki keahlian perawatan kesehatan dan kedokteran. Hal ini membuatnya terkenal seantero Madinah.

Ia termasuk wanita yang kaya raya dan dermawan. Ia selalu menginfakkan sebagian hartanya untuk profesi medis yang ia jalani (dengan memberikan pengobatan cuma-cuma).

Ia mendirikan tenda medis di samping mesjid Nabi SAW untuk mengobati prajurit yang luka-luka sehabis Perang Badar. Kemah ini bisa dianggap sebagai rumah sakit darurat pertama yang selanjutnya ia dirikan setiap kali terjadi peperangan. Imam Ath-Thabari menulis, “Ia (Rafidah) berjuang mengobati prajurit yang luka-luka dan merogoh kocek sendiri untuk melayani kaum Muslimin yang mengalami luka-luka.”

Oleh karena itu, ia selalu didaulat sebagai komandan batalion muslimah di setiap peperangan Nabi SAW yang bertugas khusus memberikan perawatan dan pengobatan kepada prajurit.

Pada waktu Perang Khandaq, setelah Sa’ad bin Mu’adz terluka parah di bagian hitam biji matanya, Rasulullah SAW langsung menginstruksikan, “Bawa ia ke tenda Rafidah yang berada di mesjid agar aku bisa membesuknya dari dekat.” Konon, ketika Rasulullah SAW melewatinya di sore hari, beliau menyempatkan diri bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu sore ini?” dan jika melewatinya di pagi hari, beliau pun bertanya, “ Bagaimana keadaanmu pagi ini?”

osteoartritis

OSTEOARTRITIS

DEFINISI

Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun.
Bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi pria bisa terkena pada usia yang lebih muda.

Osteoartritis lutut




PENYEBAB

Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera.
Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).

Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan.
Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak dibawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh.
Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini mempengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri.

Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus.
Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.

Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
- Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui
- Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).

Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis.
Jenis pekerjaan ini misalnya pekerja tambang dan supir bis.

Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.


GEJALA

Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala.

Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi.
Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.

Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama.

Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.

Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.
Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan.

Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri.

Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan.
Osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya.

Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga timbul gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah.
Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.


PENGOBATAN

Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.

Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.

Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung.

Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.

Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan.
Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8-52? Celsius atau mandi dengan air hangat.
Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan) dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting.
Obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen) mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan.
Obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa disuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan.
Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan.
Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu jika fungsi sendi menjadi terbatas, maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi.

sumber : http://medicastore.com/penyakit/17/Osteoartritis.html

Mari Cegah Penularan HIV dari Ibu Hamil ke Bayi yang Dikandungnya
26-06-2009 | Bekti-medicastore.com


HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bila virus HIV tersebut menjadi tak terkendali dan telah menyerang tubuh dalam jangka waktu lama maka infeksi virus HIV tersebut dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Virus HIV berbahaya bagi tubuh karena menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan virus, bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit infeksi. HIV menyebabkan tubuh menjadi rentan untuk terkena beberapa jenis kanker & infeksi yang biasanya secara normal dapat dilawan oleh kekebalan tubuh misalnya infeksi pneumonia & meningitis.

HIV sendiri dapat ditularkan melalui cairan vagina, air mani ataupun darah penderita HIV yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi melalui hubungan seksual, baik secara oral, anal maupun vaginal transfusi darah yang terinfeksi HIV pemakaian jarum suntik secara bersama-sama ataupun dari ibu hamil yang terkena HIV kepada bayi yang di kandungnya pada saat hamil ataupun saat melahirkan. HIV sendiri tidak dapat ditularkan melalui kontak sehari-hari seperti : sentuhan, berpelukan, berciuman dan berjabat tangan.

Khusus untuk resiko penularan dari ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada bayi yang di kandungnya pada masa persalinan biasanya terjadi karena : adanya tekanan pada plasenta sehingga terjadi sedikit pencampuran antara darah ibu dengan darah bayi (lebih sering terjadi jika plasenta mengalami radang/infeksi), bayi terpapar darah & lendir serviks pada saat melewati jalan lahir atau karena bayi kemungkinan terinfeksi akibat menelan darah & lendir serviks pada saat resusitasi.

Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak Terkini

Pada hari selasa kemarin tanggal 23 Juni 2009 bertempat di Gedung Yustinus Lt. 14 Kampus Universitas Atmajaya Jakarta berlangsung acara simposium setengah hari mengenai Informasi Pengobatan HIV Terkini III : Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak Terkini. Acara yang diselenggarakan oleh yayasan Spirita bekerjasama dengan lembaga pengabdian masyarakat universitas Atmajaya itu menghadirkan nara sumber antara lain: Dr. Muh. Ilhamy, SpOG dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Bina Kesmas, Depkes RI serta dr. Anita Rachmawati, SpOG dari Bagian Obstetri Ginekologi FK UNPAD/RS. Hasan Sadikin Bandung.

Saat ini resiko penularan infeksi HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya dapat di perkecil melalui program PMTCT (Preventing Mother To Child Transmission of HIV) yang meliputi pemberian obat ARV selama kehamilan, pemilihan cara persalinan yang sesuai kondisi sang ibu dan pemilihan metode pemberian makanan pada bayi.

Konsep dasar intervensi PMCTC sendiri adalah :
  1. Kurangi jumlah ibu hamil dengan HIV positif.
  2. Turunkan viral load (muatan virus HIV) pada tubuh si ibu hamil melalui pemberian ART (Terapi obat Anti Retroviral).
  3. Meminimalkan paparan janin/bayi dengan cairan tubuh ibu HIV positif melalui pemilihan cara persalinan yang sesuai (baik kelahiran secara pervaginam ataupun persalinan melalui cara Sectio Caesarean Elektif/SC elektif).
  4. Optimalkan kesehatan ibu dengan HIV positif.
Dahulu setiap ibu dengan HIV positif pasti akan selalu dianjurkan untuk melahirkan secara SC untuk menghindari resiko penularan HIV kepada bayi yang dikandungnya. Tetapi manfaat SC sendiri dapat terjadi bila yang dilakukan adalah prosedur SC elektif (bayi dilahirkan melalui operasi section caesarean pada saat usia kandungan 38 minggu / belum menunjukkan tanda-tanda kelahiran seperti pecah ketuban) dan apabila SC dilakukan sesudah terjadinya pecah ketuban maka resiko penundaan yang terjadi setiap jamnya akan sama dengan persalinan pervaginam. Dan karena persalinan pervaginam juga memiliki keuntungan tersendiri maka untuk saat ini persalinan pervaginam dapat dilakukan oleh ibu dengan HIV positif asalkan sang ibu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:
  1. Sebelumnya telah dilakukan konseling kepada ibu dengan HIV positif & pasangan mengenai manfaat serta resiko dari persalinan pervaginam dan persalinan dengan SC elektif.
  2. Ibu dengan HIV positif selama masa kehamilannya teratur minum ARV, atau
  3. Muatan virus / viral load tidak terdeteksi pada tubuh ibu dengan HIV positif (untuk pemeriksaan muatan virus ini dianjurkan pada usia kehamilan 36 minggu keatas).
Mengenai pemberian makanan pada bayi, juga perlu dilakukan konseling kepada ibu dan pasangan mengenai masing-masing manfaat & resiko baik melalui pemberian ASI ataupun susu formula. Apabila pilihannya adalah untuk memberikan ASI eksklusif maka perlu dijelaskan mengenai manajemen laktasi (pemberian ASI yang benar untuk mencegah terjadinya lecet atau radang payudara & apabila puting sedang lecet/luka maka ASI tidak diberikan melalui puting yang lecet), sedangkan apabila pilihannya adalah susu formula eksklusif maka perlu dijelaskan mengenai syarat AFASS (susu formula harus dapat diterima, mudah dilakukan, harga terjangkau, berkesinambungan & aman) dan cara untuk mencapai AFASS tersebut. Pemberian makanan bayi secara kombinasi (ASI & Formula) sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Berikut adalah tabel manfaat dan resiko ASIE (ASI Eksklusif)-vs-SFE (Susu Formula Eksklusif).

Manfaat

Resiko

ASI Eksklusif

-Murah
-Mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi
-Tidak memerlukan alat-alat khusus
-Jarang menimbulkan reaksi alergi pada bayi

-Kandungan virus HIV
-Luka/lesi pada payudara ibu berpotensi menularkan HIV ke bayi, kecuali kadar CD4 ibu tinggi (>500)

Susu Formula Eksklusif

-Resiko penularan HIV rendah
-Penyediaan dapat setiap saat

-Mahal (harus menyiapkan anggaran khusus)
-Memerlukan peralatan & keterampilan dalam menyiapkan
-Ada Resiko alergi pada bayi


Untuk lebih jelasnya mengenai penatalaksanaan obstetrik & pemberian makanan pada bayi untuk ibu dengan HIV positif ini dapat di konsultasikan pada dokter spesialis kandungan, terutama yang telah terlatih untuk merawat ibu hamil dengan HIV positif.

Dan bila ingin mengetahui lebih jelas tentang HIV & AIDS, berikut beberapa website yang dapat digunakan untuk mencari informasi :
  1. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
    http://www.aidsindonesia.or.id
  2. Yayasan Spirita
    http://spiritia.or.id
  3. Yayasan AIDS Indonesia
    http://www.yaids.com
HIV memang termasuk salah satu virus yang masih belum ditemukan pengobatannya saat ini, tetapi dengan pengobatan yang tepat & teratur, maka perkembangannya dapat dikendalikan. Yang terutama adalah kesadaran diri untuk mencegah menularkan ataupun tertular virus HIV.

sumber :
http://medicastore.com/seminar/96/Mari_Cegah_Penularan_HIV_dari_Ibu_Hamil_ke_Bayi_yang_Dikandungnya.html

Infeksi HIV

INFEKSI HIV

DEFINISI
Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi oleh salah satu dari 2 jenis virus yang secara progresif merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit, menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai akibat dari gangguan kekebalan tubuh.

Pada awal tahun 1980, para peneliti menemukan peningkatan mendadak dari 2 jenis penyakit di kalangan kaum homoseksual di Amerika.
Kedua penyakit itu adalah sarkoma Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan pneumonia pneumokista (sejenis pneumonia yang hanya terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan).

Kegagalan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS.
Kegagalan sistem kekebalan juga ditemukan pada para pengguna obat-obatan terlarang yang disuntikkan, penderita hemofilia, penerima transfusi darah dan pria biseksual.
Beberapa waktu kemudian sindroma ini juga mulai terjadi pada heteroseksual yang bukan pengguna obat-obatan, bukan penderita hemofilia dan tidak menerima transfusi darah.

AIDS sudah menjadi epidemi di Amerika Serikat dengan lebih dari 500.000 orang terjangkit dan 300.000 meninggal sampai bulan Oktober 1995.
WHO memperkirakan 30-40 juta penduduk dunia akan terinfeksi HIV pada tahun 2000.

PENYEBAB
Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS, yaitu HIV-1 dan HIV-2.
HIV-1 paling banyak ditemukan di daerah barat, Eropa, Asia dan Afrika Tengah, Selatan dan Timur. HIV-2 terutama ditemukan di Afrika Barat.





PERJALANAN PENYAKIT

Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut limfosit.
Materi genetik virus dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinfeksi.
Di dalam sel, virus berkembangbiak dan pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan partikel virus yang baru.
Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.

Virus menempel pada limfosit yang memiliki suatu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar.
Sel-sel yang memiliki reseptor CD4 biasanya disebut sel CD4+ atau limfosit T penolong.
Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga terjadi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infeksi dan kanker.

Seseorang yang terinfeksi oleh HIV akan kehilangan limfosit T penolong melalui 3 tahap selama beberapa bulan atau tahun:
  1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV, jumlahnya menurun sebanyak 40-50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat di dalam darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus, tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.
  2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus di dalam darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut.
    Kadar partikel virus yang tinggi dan kadar limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter dalam menentukan orang-orang yang beresiko tinggi menderita AIDS.
  3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika kadarnya mencapai 200 sel/mL darah, maka penderita menjadi rentan terhadap infeksi.

Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B (limfosit yang menghasilkan antibodi) dan seringkali menyebabkan produksi antibodi yang berlebihan.
Antibodi ini terutama ditujukan untuk melawan HIV dan infeksi yang dialami penderita, tetapi antibodi ini tidak banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.
Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali organisme dan sasaran baru yang harus diserang.


PENULARAN

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung sel terinfeksi atau partikel virus.
Yang dimaksud dengan cairan tubuh disini adalah darah, semen, cairan vagina, cairan serebrospinal dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga terdapat di dalam air mata, air kemihi dan air ludah.

HIV ditularkan melalui cara-cara berikut:
  • Hubungan seksual dengan penderita, dimana selaput lendir mulut, vagina atau rektum berhubungan langsung dengan cairan tubuh yang terkontaminasi
  • Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi, seperti yang terjadi pada transfusi darah, pemakaian jarum bersama-sama atau tidak sengaja tergores oleh jarum yang terkontaminasi virus HIV
  • Pemindahan virus dari ibu yang terinfeksi kepada anaknya sebelum atau selama proses kelahiran atau melalui ASI.

    Kemungkinan terinfeksi oleh HIV meningkat jika kulit atau selaput lendir robek atau rusak, seperti yang bisa terjadi pada hubungan seksual yang kasar, baik melalui vagina maupun melalui anus.
    Penelitian menunjukkan kemungkinan penularan HIV sangat tinggi pada pasangan seksual yang menderita herpes, sifilis atau penyakit menular seksual lainnya, yang mengakibatkan kerusakan pada permukaan kulit.
    Penularan juga bisa terjadi pada oral seks (hubungan seksual melalui mulut), walaupun lebih jarang.

    Virus pada penderita wanita yang sedang hamil bisa ditularkan kepada janinnya pada awal kehamilan (melalui plasenta) atau pada saat persalinan (melalui jalan lahir).
    Anak-anak yang sedang disusui oleh ibu yang terinfeksi HIV bisa tertular melalui ASI.
    Beberapa anak tertular oleh virus ini melalui penganiayaan seksual.

    HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di tempat bekerja, sekolah ataupun di rumah.
    Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.
    Penularan dari seorang dokter atau dokter gigi yang terinfeksi terhadap pasennya juga sangat jarang terjadi.

    Berbagai cara penularan infeksi HIV

  • GEJALA
    Beberapa penderita menampakkan gejala yang menyerupai mononukleosis infeksiosa dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi.
    Gejalanya berupa demam, ruam-ruam, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa tidak enak badan yang berlangsung selama 3-14 hari. Sebagian besar gejala akan menghilang, meskipun kelenjar getah bening tetap membesar.

    Selama beberapa tahun, gejala lainnya tidak muncul. Tetapi sejumlah besar virus segera akan ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, sehingga penderita bisa menularkan penyakitnya.
    Dalam waktu beberapa bulan setelah terinfeksi, penderita bisa mengalami gejala-gejala yang ringn secara berulang yang belum benar-benar menunjukkan suatu AIDS.

    Penderita bisa menunjukkan gejala-gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa tahun sebelum terjadinya infeksi atau tumor yang khas untuk AIDS.
    Gejalanya berupa:
    - pembengkakan kelenjar getah bening
    - penurunan berat badan
    - demam yang hilang-timbul
    - perasaan tidak enak badan
    - lelah
    - diare berulang
    - anemia
    - thrush (infeksi jamur di mulut).

    Secara definisi, AIDS dimulai dengan rendahnya jumlah limfosit CD4+ (kurang dari 200 sel/mL darah) atau terjadinya infeksi oportunistik (infeksi oleh organisme yang pada orang dengan sistem kekebalan yang baik tidak menimbulkan penyakit).
    Juga bisa terjadi kanker, seperti sarkoma Kaposi dan limfoma non-Hodgkin.

    Gejala-gejala dari AIDS berasal dari infeksi HIVnya sendiri serta infeksi oportunistik dan kanker.
    Tetapi hanya sedikit penderita AIDS yang meninggal karena efek langsung dari infeksi HIV. Biasanya kematian terjadi karena efek kumulatif dari berbagai infeksi oportunistik atau tumor. Organisme dan penyakit yang dalam keadaan normal hanya menimbulkan pengaruh yang kecil terhadap orang yang sehat, pada penderita AIDS bisa dengan segera menyebabkan kematian, terutama jika jumlah limfosit CD4+ mencapai 50 sel/mL darah.

    Beberapa infeksi oportunistik dan kanker merupakan ciri khas dari munculnya AIDS:
    1. Thrush.
      Pertumbuhan berlebihan jamur Candida di dalam mulut, vagina atau kerongkongan, biasanya merupakan infeksi yang pertama muncul.
      Infeksi jamur vagina berulang yang sulit diobati seringkali merupakan gejala dini HIV pada wanita. Tapi infeksi seperti ini juga bisa terjadi pada wanita sehat akibat berbagai faktor seperti pil KB, antibiotik dan perubahan hormonal.
    2. Pneumonia pneumokistik.
      Pneumonia karena jamur Pneumocystis carinii merupakan infeksi oportunistik yang sering berulang pada penderita AIDS.
      Infeksi ini seringkali merupakan infeksi oportunistik serius yang pertama kali muncul dan sebelum ditemukan cara pengobatan dan pencegahannya, merupakan penyebab tersering dari kematian pada penderita infeksi HIV
    3. Toksoplasmosis.
      Infeksi kronis oleh Toxoplasma sering terjadi sejak masa kanak-kanak, tapi gejala hanya timbul pada sekelompok kecil penderita AIDS.
      Jika terjadi pengaktivan kembali, maka Toxoplasma bisa menyebabkan infeksi hebat, terutama di otak.
    4. Tuberkulosis.
      Tuberkulosis pada penderita infeksi HIV, lebih sering terjadi dan bersifat lebih mematikan.
      Mikobakterium jenis lain yaitu Mycobacterium avium, merupakan penyebab dari timbulnya demam, penurunan berat badan dan diare pada penderita tuberkulosa stadium lanjut.
      Tuberkulosis bisa diobati dan dicegah dengan obat-obat anti tuberkulosa yang biasa digunakan.
    5. Infeksi saluran pencernaan.
      Infeksi saluran pencernaan oleh parasit Cryptosporidium sering ditemukan pada penderita AIDS. Parasit ini mungkin didapat dari makanan atau air yang tercemar.
      Gejalanya berupa diare hebat, nyeri perut dan penurunan berat badan.
    6. Leukoensefalopati multifokal progresif.
      Leukoensefalopati multifokal progresif merupakan suatu infeksi virus di otak yang bisa mempengaruhi fungsi neurologis penderita.
      Gejala awal biasanya berupa hilangnya kekuatan lengan atau tungkai dan hilangnya koordinasi atau keseimbangan.
      Dalam beberapa hari atau minggu, penderita tidak mampu berjalan dan berdiri dan biasanya beberapa bulan kemudian penderita akan meninggal.
    7. Infeksi oleh sitomegalovirus.
      Infeksi ulangan cenderung terjadi pada stadium lanjut dan seringkali menyerang retina mata, menyebabkan kebutaan.
      Pengobatan dengan obat anti-virus bisa mengendalikan sitomegalovirus.
    8. Sarkoma Kaposi.
      Sarkoma Kaposi adalah suatu tumor yang tidak nyeri, berwarna merah sampai ungu, berupa bercak-bercak yang menonjol di kulit.
      Tumor ini terutama sering ditemukan pada pria homoseksual.
    9. Kanker.
      Bisa juga terjadi kanker kelenjar getah bening (limfoma) yang mula-mula muncul di otak atau organ-organ dalam.
      Wanita penderita AIDS cenderung terkena kanker serviks.
      Pria homoseksual juga mudah terkena kanker rektum.
    Sarkoma Kaposi di kaki
    Sarkoma Kaposi di daerah perianal

    DIAGNOSA
    Pemeriksaan yang relatif sederhana dan akurat adalah pemeriksaan darah yang disebut tes ELISA.
    Dengan pemeriksaan ini dapat dideteksi adanya antibodi terhadap HIV, hasil tes secara rutin diperkuat dengan tes yang lebih akurat.

    Ada suatu periode (beberapa minggu atau lebih setelah terinfeksi HI) dimana antibodi belum positif. Pada periode ini dilakukan pemeriksaan yang sangat sensitif untuk mendeteksi virus, yaitu antigen P24 .
    Antigen P24 belakangan ini digunakan untuk menyaringan darah yang disumbangkan untuk keperluan transfusi.

    Jika hasil tes ELISA menunjukkan adanya infeksi HIV, maka pada contoh darah yang sama dilakukan tes ELISA ulangan untuk memastikannya.
    Jika hasil tes ELISA yang kedua juga positif, maka langkah berikutnya adalah memperkuat diagnosis dengan tes darah yang lebih akurat dan lebih mahal, yaitu tes apusan Western. Tes ini juga bisam enentukan adanya antibodi terhadap HIV, tetapi lebih spesifik daripada ELISA. Jika hasil tes Western juga positif, maka dapat dipastikan orang tersebut terinfeksi HIV.

    PENGOBATAN
    Pada saat ini sudah banyak obat yang bisa digunakan untuk menangani infeksi HIV:
    1. Nucleoside reverse transcriptase inhibitor
      - AZT (zidovudin)
      - ddI (didanosin)
      - ddC (zalsitabin)
      - d4T (stavudin)
      - 3TC (lamivudin)
      - Abakavir
    2. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor
      - Nevirapin
      - Delavirdin
      - Efavirenz
    3. Protease inhibitor
      - Saquinavir
      - Ritonavir
      - Indinavir
      - Nelfinavir.

    Semua obat-obatan tersebut ditujukan untuk mencegah reproduksi virus sehingga memperlambat progresivitas penyakit.
    HIV akan segera membentuk resistensi terhadap obat-obatan tersebut bila digunakan secara tunggal. Pengobatan paling efektif adalah kombinasi antara 2 obat atau lebih, Kombinasi obat bisa memperlambat timbulnya AIDS pada penderita HIV positif dan memperpanjang harapan hidup.
    Dokter kadang sulit menentukan kapan dimulainya pemberian obat-obatan ini. Tapi penderita dengan kadar virus yang tinggi dalam darah harus segera diobati walaupun kadar CD4+nya masih tinggi dan penderita tidak menunjukkan gejala apapun.

    AZT, ddI, d4T dan ddC menyebabkan efek samping seperti nyeri abdomen, mual dan sakit kepala (terutama AZT).
    Penggunaan AZT terus menerus bisa merusak sumsum tulang dan menyebabkan anemia.
    ddI, ddC dan d4T bisa merusak saraf-saraf perifer. ddI bisa merusak pankreas.
    Dalam kelompok nucleoside, 3TC tampaknya mempunyai efek samping yang paling ringan.

    Ketiga protease inhibitor menyebabkan efek samping mual dan muntah, diare dan gangguan perut.
    Indinavir menyebabkan kenaikan ringan kadar enzim hati, bersifat reversibel dan tidak menimbulkan gejala, juga menyebabkan nyeri punggung hebat (kolik renalis) yang serupa dengan nyeri yang ditimbulkan batu ginjal.
    Ritonavir dengan pengaruhnya pada hati menyebabkan naik atau turunnya kadar obat lain dalam darah.
    Kelompok protease inhibitor banyak menyebabkan perubahan metabolisme tubuh seperti peningkatan kadar gula darah dan kadar lemak, serta perubahan distribusi lemak tubuh (protease paunch).

    Penderita AIDS diberi obat-obatan untuk mencegah infeksi ooportunistik.
    Penderita dengan kadar limfosit CD4+ kurang dari 200 sel/mL darah mendapatkan kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol untuk mencegah pneumonia pneumokistik dan infeksi toksoplasma ke otak.
    Penderita dengan limfosit CD4+ kurang dari 100 sel/mL darah mendapatkan azitromisin seminggu sekali atau Mycobacterium avium.
    Penderita yang bisa sembuh dari meningitis kriptokokal atau terinfeksi candida mendapatkan flukonazol jangka panjang.
    Penderita dengan infeksi herpes simpleks berulang mungkin memerlukan pengobatan asiklovir jangka panjang.


    PROGNOSIS

    Pemaparan terhadap HIV tidak selalu mengakibatkan penularan, beberapa orang yang terpapar HIV selama bertahun-tahun bisa tidak terinfeksi. Di sisi lain seseorang yang terinfeksi bisa tidak menampakkan gejala selama lebih dari 10 tahun.
    Tanpa pengobatan, infeksi HIV mempunyai resiko 1-2 % untuk menjdi AIDS pada beberapa tahun pertama. Resiko ini meningkat 5% pada setiap tahun berikutnya.

    Resiko terkena AIDS dalam 10-11 tahun setelah terinfeksi HIV mencapai 50%.
    Sebelum diketemukan obat-obat terbaru, pada akhirnya semua kasus akan menjadi AIDS.

    Pengobatan AIDS telah berhasil menurunkan angka infeksi oportunistik dan meningkatkan angka harapan hidup penderita.
    Kombinasi beberapa jenis obat berhasil menurunkan jumlah virus dalam darah sampai tidak dapat terdeteksi. Tapi belum ada penderita yang terbukti sembuh.

    Teknik penghitungan jumlah virus HIV (plasma RNA) dalam darah seperti polymerase chain reaction (PCR) dan branched deoxyribonucleid acid (bDNA) test membantu dokter untuk memonitor efek pengobatan dan membantu penilaian prognosis penderita.
    Kadar virus ini akan bervariasi mulai kurang dari beberapa ratus sampai lebih dari sejuta virus RNA/mL plasma.

    Pada awal penemuan virus HIV, penderita segera mengalami penurunan kualitas hidupnya setelah dirawat di rumah sakit. Hampir semua penderita akan meninggal dalam 2 tahun setelah terjangkit AIDS.
    Dengan perkembangan obat-obat anti virus terbaru dan metode-metode pengobatan dan pencegahan infeksi oportunistik yang terus diperbarui, penderita bisa mempertahankan kemampuan fisik dan mentalnya sampai bertahun-tahun setelah terkena AIDS. Sehingga pada saat ini bisa dikatakan bahwa AIDS sudah bisa ditangani walaupun belum bisa disembuhkan.

    PENCEGAHAN
    Program pencegahan penyebaran HIV dipusatkan terutama pada pendidikan masyarakat mengenai cara penularan HIV, dengan tujuan merubah kebiasaan orang-orang yang beresiko tinggi untuk tertular.
    Cara-cara pencegahan ini adalah:
    1. Untuk orang sehat
      - Abstinens (tidak melakukan hubungan seksual)
      - Seks aman (terlindung)
    2. Untuk penderita HIV positif
      - Abstinens
      - Seks aman
      - Tidak mendonorkan darah atau organ
      - Mencegah kehamilan
      - Memberitahu mitra seksualnya sebelum dan sesudah diketahui terinfeksi
    3. Untuk penyalahguna obat-obatan
      - Menghentikan penggunaan suntikan bekas atau bersama-sama
      - Mengikuti program rehabilitasi
    4. Untuk profesional kesehatan
      - Menggunakan sarung tangan lateks pada setiap kontak dengan cairan tubuh
      - Menggunakan jarum sekali pakai

    Bermacam-macam vaksin sudah dicoba untuk mencegah dan memperlambat progresivitas penyakit, tapi sejauh ini belum ada yang berhasil.
    Rumah sakit biasanya tidak mengisolasi penderita HIV kecuali penderita mengidap penyakit menular seperti tuberkulosa.
    Permukaan-permukaan yang terkontaminasi HIV dengan mudah bisa dibersihkan dan disucihamakan karena virus ini rusak oleh panas dan cairan desinfektan yang biasa digunakan seperti hidrogen peroksida dan alkohol.

    sumber : http://medicastore.com/penyakit/33/Infeksi_HIV.html

    Sinusitis

    sumber : http://medicastore.com/penyakit/55/Sinusitis.html



    SINUSITIS

    DEFINISI
    Sinusitis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur.

    Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari keempat sinus yang ada (maksilaris, etmoidalis, frontalis atau sfenoidalis).

    Sinus

    PENYEBAB
    Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).

    Penyebab sinusitis akut:
  • Infeksi virus.
    Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya pilek).
  • Bakteri.
    Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.
  • Infeksi jamur.
    Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut.
    Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita gangguan sistem kekebalan.
    Pada orang-orang tertentu, sinusitis jamur merupakan sejenis reaksi alergi terhadap jamur.
  • Peradangan menahun pada saluran hidung.
    Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi sinusitis akut. Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.
  • Penyakit tertentu.
    Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).

    Penyebab sinusitis kronis:
  • Asma
  • Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
  • Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.

  • GEJALA
    Gejala khas dari kelainan pada sinus adalah sakit kepala yang dirasakan ketika penderita bangun pada pagi hari.

    Sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama, yaitu nyeri tekan dan pembengkakan pada sinus yang terkena, tetapi ada gejala tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang terkena:
  • Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit gigi dan sakit kepala.
  • Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.
  • Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat.
  • Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.

    Gejala lainnya adalah:
    - tidak enak badan
    - demam
    - letih, lesu
    - batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
    - hidung meler atau hidung tersumbat.

    Demam dan menggigil menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke luar sinus.

    Selaput lendir hidung tampak merah dan membengkak, dari hidung mungkin keluar nanah berwarna kuning atau hijau.

    Sinusitis & Gangguan Sistem Kekebalan

    Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol atau penderita gangguan sistem kekebalan, jamur bisa menyebabkan sinusitis yang berat dan bahkan berakibat fatal.

    Mukormikosis (fikomikosis) adalah suatu infeksi jamur yang bisa terjadi pada penderita diabetes yang tidak terkontrol.
    Pada rongga hidung terdapat jaringan mati yang berwarna hitam dan menyumbat aliran darah ke otak sehingga terjadi gejala-gejala neurologis (misalnya sakit kepala dan kebutaan).

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan yang mati tersebut.
    Pengobatannya meliputi pengendalian diabetes dan pemberian obat anti-jamur amfoterisin B secara intravena (melalui pembuluh darah).

    Aspergillosis dan kandidiasis merupakan infeksi jamur pada sinus yang bisa berakibat fatal pada penderita gangguan sistem kekebalan akibat terapi anti-kanker atau penyakit (misalnya leukemia, limfoma, mieloma multipel atau AIDS).
    Pada aspergillosis, di dalam hidung dan sinus terbentuk polip.

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap polip.
    Pengobatannya berupa pembedahan sinus dan pemberian amfoterisin B intravena.

  • DIAGNOSA
    Diganosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, foto rontgen sinus dan hasil pemeriksaan fisik.

    Untuk menentukan luas dan beratnya sinusitis, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan.

    Pada sinusitis maksilaris, dilakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk mengetahui adanya abses gigi.

    PENGOBATAN

    Sinusitis akut
    Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:
  • Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan
  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri
  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.
    Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas (karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidung).
    Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.

    Sinusitis kronis
    Diberikan antibiotik dan dekongestan<. Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid. Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-oral (melalui mulut).

    Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman:
    - Menghirup uap dari sebuah vaporizer atau semangkuk air panas
    - Obat semprot hidung yang mengandung larutan garam
    - Kompres hangat di daerah sinus yang terkena.

    Jika tidak dapat diatasi dengan pengobatan tersebut, maka satu-satunya jalan untuk mengobati sinusitis kronis adalah pembedahan.
    Pada anak-anak, keadaannya seringkali membaik setelah dilakukan pengangkatan adenoid yang menyumbat saluran sinus ke hidung.
    Pada penderita dewasa yang juga memiliki penyakit alergi kadang ditemukan polip pada hidungnya. Polip sebaiknya diangkat sehingga saluran udara terbuka dan gejala sinus berkurang.
    Teknik pembedahan yang sekarang ini banyak dilakukan adalah pembedahan sinus endoskopik fungsional.
  • Depresi Remaja

    Depresi pada Remaja
    08-11-2009 | Enny Sophia-medicastore.com


    depresi pada remajaSeorang remaja yang terlihat tidak gembira merupakan hal yang biasa. Namun, perlu diwaspadai bila perasaan tidak bahagia tersebut terus berlanjut sampai lebih dari dua pekan. Ada banyak alasan mengapa seorang remaja merasa tidak bahagia. Lingkungan yang penuh tekanan dapat memicu depresi. Dengan adanya depresi, dapat muncul perasaan merasa bersalah, menurunnya performa di sekolah, interaksi sosial, menyimpangnya orientasi seksual, maupun terganggunya kehidupan remaja di keluarganya.

    Depresi merupakan gangguan serius yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, dan kesehatan secara umum. Depresi tidak mengenal usia. Tua, muda, dewasa, bahkan remaja bisa terkena depresi. Dengan dipicu permasalahan sepele, bisa saja remaja yang mengalami depresi melakukan hal-hal yang tidak dibayangkan orang umum. Yang paling membahayakan dari depresi adalah munculnya ide bunuh diri atau melakukan usaha bunuh diri.

    Depresi adalah..
    Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat, merasa bersalah, lambat dalam berpikir, dan menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas.

    Tanda Depresi adalah..
    Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahui adanya depresi pada remaja :

    • Merasa sedih, cemas, dan tidak memiliki harapan
    • Tidak nafsu makan, atau banyak makan yang menyebabkan penurunan maupun kenaikan berat badan dalam waktu singkat
    • Terjaga di malam hari, namun tidur sepanjang siang
    • Menarik diri dari teman-temannya, murung
    • Aktivitas dan prestasi di sekolah menurun, menurunnya motivasi dan minat
    • Mudah marah dan tersinggung, menjadi sensitif terhadap kritikan
    • Rendah diri dan merasa sangat bersalah
    • Konsentrasi menurun, sulit mengambil keputusan
    • Adanya perubahan dalam kebiasaan makan maupun tidur
    • Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri
    Jika tanda tersebut terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu, sebaiknya segera dikonsultasikan pada tenaga kesehatan. Treatmen yang dilakukan dapat berupa terapi dengan cara berbicara, maupun menggunakan obat.

    Pengobatan Depresi pada Remaja adalah..
    Terdapat berbagai metode terapi yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami depresi. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan metode yang tepat bagi masing-masing individu. Diantaranya dengan menggunakan cognitive behavioral therapy, psychodinamic psychotherapy, interpersonal psychoterapy, terapi supportif ataupun menggunakan obat-obatan.

    Masukan bagi Orang Tua adalah..
    Menjadi orang tua dari seorang remaja merupakan suatu tantangan tersendiri. Beberapa teknik komunikasi akan sangat diperlukan dan membantu orang tua dalam membasarkan anak remaja.
    • Ketika mendisiplinkan anak, tidak dengan cara menghukum dan membuatnya malu. Ganti hukuman dengan membantu anak memberikan solusi dengan cara yang baik. Hukuman dan rasa malu dapat membuat seorang remaja merasa tidak berguna
    • Biarkan anak remaja anda melakukan kesalahan. Sikap overproteksi atau orang tua yang selalu mengambil keputusan membuat remaja membuat mereka yakin bahwa mereka tidak memiliki kemampuan. Hal ini dapat membuat kepercayaan dirinya berkurang.
    • Berikan ruang bagi remaja untuk ‘bernafas’. Jangan mengharapkan mereka melakukan sesuatu sama persis sesuai keinginan orang tua.
    • Tidak memaksa anak untuk memiliki kegiatan dan pengalaman yang sama dengan anda sewaktu remaja dahulu.
    • Jika anda mencurigai bahwa anak mengalami depresi, berikan waktu untuk mendengarkan masalahnya. Meskipun ana berfikir bahwa masalahnya bukanlah permasalahan serius. Membuka komunikasi antara orang tua dan anak merupakan hal penting, apalagi ketika anak memperlihatkan gejala menutup diri.
    • Luangkan waktu untuk mendengarkan masalah mereka tanpa kritikan ataupun menghakimi.
    • Jangan pula meremehkan apa yang mereka rasakan, kadang remaja mempunyai reaksi yang berlebihan terhadap suatu masalah tetapi sebaiknya orang tua coba mengerti bahwa apa yang mereka rasakan benar terjadi.
    • Kadang remaja tidak mencari saran ataupun solusi atas masalah mereka, lebih kepada dukungan dan penerimaan saja, jadi apapun yang terjadi yakinkan sang remaja bahwa anda akan selalu mendampingi dan membantu mereka kapanpun diperlukan
    • Begitu sang remaja merasa siap untuk menyampaikan masalah mereka, jangan potong dengan interupsi ataupun berusaha mengatur, dengarkan saja cerita mereka.
    Bila memang masalah yang terjadi sudah diluar kemampuan sang remaja dan anda sendiri, beritahukan kepada mereka tentang kemungkinan kondisi yang ada serta diskusikan cara alternatif lain supaya masalahnya dapat terbantu.

    sumber : http://medicastore.com/artikel/276/Depresi_pada_Remaja.html

    Flu Babi

    Flu Babi Akankah Menjadi Penyakit Flu Biasa ?
    21-07-2009 | Dr. Widodo Judarwanto, SpA


    swine flu Penyebaran flu babi di Indonesia sangat mengkawatirkan dan sulit dibendung lagi. Di Indonesia telah terjadi peningkatan hampir 100% hanya dalam 1 bulan belakangan ini. Mengingat tingkat penyebarannya yang sangat cepat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah memutuskan peningkatan status flu babi menjadi pandemi. Artinya, penyebaran virus flu jenis H1N1 itu sudah mengancam secara global. Melihat kondisi kepadatan penduduk, tingkat mobilitas dan perilaku hidup masyarakat Indonesia tampaknya penyebarannya akan sangat cepat melebihi yang diduga sebelumnya. Benarkah flu babi sebuah ancaman penyakit yang sangat menakutkan dan sangat berbahaya ?

    Panik???
    Kepanikan terhadap ancaman flu babi saat ini sangat wajar terjadi. Kepanikan mulai tampak, setiap hari dilaporkan oleh berbagai media tentang laporan dari berbagai kota dan berbagai rumah sakit tentang penderita yang dicurigai sebagai flu babi. Ketakutan itu juga melanda seluruh dunia. Terdapat kasus di suatu negara, terdapat satu penumpang sebuah pesawat yang mengalami demam seluruh penumpang di pesawat dikarantina selama seminggu. Pada kasus lain, ditemukan seseorang yang dicurigai flu babi di sebuah hotel, yang menyebabkan seluruh orang di hotel tersebut harus diisolasi. Banyak sekali laporan serupa yang menceritakan kepanikan terhadap ancaman flu babi dari berbagai belahan dunia.

    Saat ini Departemen Kesehatan telah menyatakan dalam di Indonesia dalam keadaan status KLB (Kejadian Luar Biasa) untuk kasus penyakit Flu babi. Selanjutnya tidak bisa dihindari siapapun penyebaran penyakit ini tampaknya akan seperti flu biasa. Melihat karakteristik penyebarannya dalam suatu dekade tertentu perlahan tapi pasti penyakit ini akan menyatu dengan kehidupan msyarakat sehari-hari. Kepanikan dan beban psikologis masyarakat akan secara perlahan mencair begitu flu babi akan semakin sering masuk di telinga. Bukanlah hal yang mustahil nantinya flu babi akan mudah dijumpai di lingkungan masyarakat baik di mall, pasar, kantor, sekolah bahkan di rumah. Saat ini mungkin banyak rumah sakit enggan merawat penderita flu babi. Bahkan depkes telah menunjuk RS yang merawat flu babi hanya beberapa rumah sakit khusus. Nantinya mungkin adalah hal yang biasa setiap rumah sakit atau puskesmas akan mempunyai dan merawat kasus flu babi. Saat ini begitu mendengar orang terkena flu babi akan diasingkan seperti penyakit paling berbahaya di dunia. Karena takutnya bahkan untuk memeriksa sampel darah penderita yang dicurigai flu babi, pemeriksa dari dinas kesehatan menggunakan baju ala astronot. Tetapi nantinya masyarakat akan terbiasa dan tidak menyadari bahwa flu yang baru dialami adalah flu babi.

    Seperti Flu biasa
    fluFlu babi merupakan penyakit saluran napas yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Pada manusia, tanda dan gejala flu babi secara umum sama dengan influenza atau flu biasa. Gejala yang terjadi meliputi demam disertai menggigil, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot dan tulang, sakit kepala, menggigil dan lemas atau letih.

    Peningkatan kasus flu babi di Indonesia tampaknya sulit dibendung lagi. Bahkan WHO yang sebelumnya dengan segala daya upaya melakukan pencegahan akhirnya berpendapat, laju penyebaran flu babi di dunia sudah tidak mungkin lagi untuk dihentikan. Lantaran itu, lembaga kesehatan PBB tersebut menganjurkan pada sejumlah negara untuk selekasnya mengurangi sedikit demi sedikit kebijakan pencegahan yang super ketat. Disamping itu, WHO juga melihat, tingkat kematian (mortality rate) flu babi sangat rendah, hanya 0,4%. Bandingkan dengan flu burung yang tingkat kematiannya mencapai 80%. Bisa diartikan, tingkat bahaya flu babi sejatinya setera dengan flu musiman (seasonal flu) biasa dan jauh lebih ringan dibandingkan flu burung.

    Sejumlah Negara mulai mengendurkan kewaspadan pada ancaman pandemi flu babi. Australia kini bahkan telah menghapuskan pengadaan thermal scanner (pengukur suhu tubuh) di bandara. Singapura bahkan tidak lagi memberikan obat jenis oseltamifir merek Tamiflu pada pasien flu babi dengan gejala ringan. Amerika Serikat bahkan memilih kebijakan untuk tidak lagi memberikan Tamiflu pada suspek dan pasien positif (confirm) flu babi. Pasalnya, virus H1N1 telah resisten (kebal) pada Tamiflu.

    Kendati WHO menyatakan penyakit flu babi tidak lebih berbahaya dari flu biasa, Departemen Kesehatan memutuskan untuk tetap memperketat penjaringan pencegahan masuknya flu babi agar tidak cepat merembet lebih banyak ke Indonesia.

    menyikapi flu babi
    swine fluMelihat tingkat penyebaran flu babi yang demikian cepat, tampaknya masyarakat Indonesia tidak terhindarkan dari ancaman ini. Melihat fakta yang ada nantinya secara psikologis dan biologis masyarakat harus siap menerima dan menghadapinya. Kepanikan yang berlebihan seharusnya semakin berkurang karena bahaya flu babi hampir sama dengan flu biasa. Kekawatiran yang berlebihan akan menghilang karena nantinya sulit dihindari bahwa flu babi akan berdampingan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Kecemasan terhadap flu babi akan sirna karena penyakit ini 95% tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, tidak memerlukan pengobatan khusus dan ancaman kematiannya tidak jauh berbeda dengan flu biasa.

    Meskipun flu babi nantinya akan mirip flu biasa, pencegahan yang baik harus tetap dilakukan. Pencegahan flu babi seperti pencegahan Influenza pada umumnya meliputi peningkatan higiena, sanitasi dan perilaku hidup bersih diri sendiri. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk pencegahan flu babi. Vaksin yang biasa digunakan untuk influenza pada permulaan flu musiman tidak efektif untuk strain virus ini. Perilaku utama yang dapat mencegah penyebaran virus influaenza adalah melakukan cuci tangan sesering mungkin. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol. Pemakaian masker paling tidak dapat mengurangi resiko penularan melalui udara.

    Bahaya dan komplikasi flu babi
    Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit ini sama seperti flu biasa, diantaranya adalah bronkitis, pnemoni (infeksi paru), infeksi telinga, sinusitis dan kematian. Komplikasi berat yang terjadi atau ancaman jiwa jiwa bisa terjadi pada kasus tertentu terutama pada penderita dengan daya tahan tubuh yang rendah atau buruk. Sehingga seseorang dengan daya tahan tubuh yang rentan harus lebih waspada. Diantaranya adalah penderita bronkitis, asma dan alergi, penderita yang mudah terserang flu, pernah mempunyai riwayat infeksi telinga, pnemonia atau sesak. Penderita dengan tingkat kekebalan yang sangat buruk seperti penderita HIV, malnutrisi atau gizi buruk, penderita kelainan jantung bawaan, penyakit kanker dan kelainan darah.

    Laporan terakhir di Amerika Serikat menunjukkan penderita obesitas mempunyai resiko terjadi komplikasi lebih besar. Pada ibu hamil dan anak usia di bawah lima tahun khususnya dibawah usia 3 bulan sangat rentan daya tahan tubuhnya harus lebih waspada. Sehingga pemberian ASI ekslusif sangat relevan untuk mencegah terjadi infeksi ini terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan. Selain itu resiko tingkat kematian lebih tinggi terjadi pada negara yang sarana layanan kesehatannya belum terlalu baik.

    Saran: Cegah dan tidak panik!
    Melihat berbagai keadaan tersebut komplikasi atau ancaman jiwa sebenarnya hampir mendekati flu biasa. Keadaan tersebut dapat dihindari bila pada penderita dengan resiko tinggi tersebut harus segera mendapatkan perawatan segera di rumah sakit. Bila terjadi komplikasi yang berat seperti sesak, kejang atau penurunan kesadaran hendaknya dilakukan perawatan di rumah sakit yang sarananya lebih lengkap.

    Dalam menghadapi flu babi kepanikan dan kekawatiran yang berlebihan tampaknya tidak harus dilakukan. Namun meskipun penyakit flu babi tidak seberbahaya yang kita duga selama ini tetap jangan diremehkan. Kewaspadaan dan pencegahan yang baik tampaknya adalah upaya yang dapat dilakuan dalam menghadapi ancaman flu babi yang tidak dapat dielakkan.

    Dr. Widodo Judarwanto, SpA, Rumah Sakit Bunda Jakarta, Jl teuku Cikditiro 28 jakarta Pusat


    sumber : http://medicastore.com/artikel/274/Flu_Babi_Akankah_Menjadi_Penyakit_Flu_Biasa_.html